Jumat 02 Oct 2020 22:55 WIB

KONI Sulteng Jadwal Ulang Workshop Pelatih dan Juri PON

Di PON XX, Sulteng meloloskan 18 cabang olahraga.

Pusat pelatihan atlet (Ilustrasi)
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pusat pelatihan atlet (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulawesi Tengah akan menjadwalkan kembali beberapa agenda yang tertunda.

Salah satunya, workshop bagi para pelatih,wasit dan juri menghadapi PON XX di Papua tahun 2021.

Baca Juga

"Syukur alhamdulillah, pak Ketua Umum KONI Sulteng, Anwar Ponulele sudah dinyatakan sembuh dari COVID-19 dan beliau sangat berharap beberapa agenda yang tertunda selama masa pandemi COVID-19 segera dijadwal ulang pelaksanaanya," kata Kepala Sekretariat KONI Sulteng, Edison Ardiles di Palu, Jumat (2/10).

Ardiles mengatakan hampir dua pekan, Ketua KONI Sulteng itu terpapar COVID-19 sehingga harus menjalani masa karantina di Rumah Sakit Umum (RSU) Madani Mamboro Palu. Dalam dua hari ini, katanya, Anwar Ponulele telah diizinkan pulang ke rumah setelah dinyatakan sembuh.

Dia juga menambahkan sebagian besar pengurus KONI Sulteng beberapa waktu lalu menjalani rapid test, menyusul Ketua Umum KONI yang positif terkonfirmasi COVID-19.

Hasil rapid test itu semuanya non reaktif. "Artinya negatif, tidak terkontaminasi virus corona," kata dia.

Soal workshop, Edison menjelaskan bahwa hal itu penting dilaksanakan khususnya untuk para pelatih dalam rangka mendengarkan dan mengetahui sejauh mana perkembangan prestasi para atlet yang lolos ke PON selama menghadapi masa pandemi dan adaptasi kebiasaan baru.

Sementara bagi wasit dan juri, mereka dipersiapkan untuk bertugas selama pelaksanaan PON XX di Papua 2021.

Di PON XX, Sulteng meloloskan 18 cabang olahraga dan beberapa wasit asal Sulteng juga mendapat kepercayaan melaksanakan tugas di ajang empat tahunan tersebut.

Sulteng menargetkan perbaikan peringkat ke posisi lebih terhormat setelah pada PON XIX, peringkat Sulteng masih berada di urutan papan bawah.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement