Jumat 02 Oct 2020 20:07 WIB

Thailand Mulai Izinkan Turis Asia Masuk

Turis Asia kaan diizinkan masuk Thailand.

Rep: Fergi Nadira/ Red: Muhammad Hafil
Thailand Mulai Izinkan Turis Asia Masuk. Foto: Pattaya, salah satu objek wisata populer di Thailand.
Foto: Pixabay
Thailand Mulai Izinkan Turis Asia Masuk. Foto: Pattaya, salah satu objek wisata populer di Thailand.

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK -- Thailand akan mulai mengizinkan turis asing masuk ke negaranya mulai pekan depan. Otoritas Pariwisata Thailand mengonfirmasi bahwa skema Visa Turis Khusus (STV) akan berjalan sesuai rencana, Jumat (2/10).

Dilansir laman Anadolu Agency, Pemerintah Thailand mencanangkan skema STV sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali perekonomian negara yang sangat bergantung pada pariwisata dan ekspor. Seperti diketahui Thailand menangguhkan penerbangan internasional pada April untuk mengekang penyebaran virus korona.  

Baca Juga

Sejauh ini, negara tersebut telah melaporkan 3.575 infeksi, termasuk 59 kematian dan 3.384 pemulihan. "Meskipun ada penundaan, kelompok turis pertama dari China akan tiba di Phuket dalam bulan ini," kata Yutthasak Supasorn, kepala otoritas pariwisata Thailand.

Sekitar 120 turis diharapkan tiba di Thailand dengan penerbangan dari kota Guangzhou di China pada 8 Oktober. Namun, Thani Chuangchoo, direktur Bandara Internasional Phuket, mengatakan otoritas penerbangan sipil negara itu belum menerima konfirmasi apa pun tentang penerbangan sewaan dari China.

Menurut jadwal penerbangan bandara mulai 26 Oktober dan seterusnya, penerbangan komersial internasional belum disetujui. Sebab, manajemen bandara sedang menunggu pesanan dari Center for COVID-19 Situation Administration (CCSA) Thailand.

Pada Rabu, Natthapon Nakpanich, kepala CCSA, mengatakan skema visa turis khusus pertama kali akan diperkenalkan di Phuket dan Samui. "Turis asing gelombang pertama dianggap sebagai kelompok berisiko rendah karena tidak ada kasus baru COVID-19 di Guangzhou baru-baru ini,” katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement