Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Garut Tambah Analis Laboratorium untuk Tes Covid-19

Rabu 30 Sep 2020 22:36 WIB

Red: Nora Azizah

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat, berencana menambah petugas analisis di laboratorium untuk mempercepat pemeriksaan hasil tes usap (Foto: ilustrasi tes usap)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat, berencana menambah petugas analisis di laboratorium untuk mempercepat pemeriksaan hasil tes usap (Foto: ilustrasi tes usap)

Foto: Antara/Jojon
Penambahan analis laboratorium guna mempercepat proses tes usap di Garut.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat, berencana menambah petugas analisis di laboratorium untuk mempercepat pemeriksaan hasil tes usap. Upaya penambahan ini untuk peningkatan kapasitas petugas laboratorium dalam mengantisipasi dan menekan angka penyebaran COVID-19 di Garut.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, mengatakan, Pemkab Garut sudah menyiapkan 30 petugas tambahan di laboratorium. Saat ini, mereka sudah terlebih dahulu diberi pelatihan keterampilan dalam melakukan tugasnya sebagai analisis tenaga laboratorium.

"Dalam kondisi sekarang membutuhkan orang yang siap berjuang di garda depan dengan memiliki kemampuan khusus di bidang laboratorium," kata Helmi, Rabu (30/9).

Ia berharap, masyarakat harus berpartisipasi untuk mencegah penyebaran wabah COVID-19. Berdasarkan laporan di lapangan masih ditemukan kasus penularan COVID-19 sehingga petugas kesehatan di lapangan harus terus bekerja menelusuri dan memeriksa kondisi kesehatan masyarakat yang kontak erat dengan pasien positif COVID-19.

"Tim kesehatan harus siap dikarenakan semuanya akan tergantung pada tim tracking dan tracing," katanya.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Yodi Sirojudin, menambahkan, adanya penambahan petugas laboratorium bisa mempercepat, bahkan menambah jumlah pemeriksaan sehingga penanganan COVID-19 di Garut bisa lebih optimal. Selain petugas laboratorium, kata dia, saat ini kondisi petugas operator Polymerase Chain Reaction (PCR) di rumah sakit juga terbatas, untuk itu dilakukan rekrutmen sebanyak 10 orang.

"Sekarang terekrut 10 orang untuk operator PCR, peserta adalah para petugas laboratorium puskesmas dan rumah sakit yang menerima pasien COVID-19," katanya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA