Rabu 30 Sep 2020 18:42 WIB

Lagi, Wanita Muda India Tewas Usai Diperkosa Beramai-ramai

Wanita muda India itu sempat menjalani perawatan selama dua pekan.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah
Ilustrasi Pemerkosaan
Foto: Republika On Line/Mardiah diah
Ilustrasi Pemerkosaan

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Seorang wanita berusia 19 tahun dari komunitas Dalit di Negara Bagian Uttar Pradesh, India, meninggal pada Selasa (29/9). Dia menjalani perawatan selama dua pekan setelah diperkosa beramai-ramai oleh sekelompok pria.

Inspektur Polisi Distrik Hathras Vikrant Vir mengatakan pemerkosaan terhadap gadis itu terjadi pada 14 September. Empat tersangka telah ditangkap. Mereka berasal dari kasta atas. Selain pemerkosaan, para pelaku didakwa dengan pasal kejahatan terhadap minoritas.

Baca Juga

Wanita berusia 19 tahun yang menjadi korban menjalani perawatan di sebuagh rumah sakit di New Delhi. Sehari sebelumnya, yakni pada Senin (28/9), perhimpunan advokat yang memperjuangkan persamaan hak bagi komunitas Dalit menggelar aksi solidaritas di luar rumah sakit.

"Saya bersama keluarga korban sedang melakukan protes di luar rumah sakit Safdarjung sekarang. Kami tidak akan mentoleransi ini lagi. Kami akan mendapatkan keadilan," kata pemimpin perhimpunan tersebut Chandrashekhar Azad melalui akun Twitter pribadinya, dikutip laman CNN.

Dalam hierarki berbasis kasta di India, Dalit berada di urutan paling bawah. Mereka kerap mengalami diskriminasi yang cukup parah.  Sistem kasta India secara resmi dihapuskan pada 1950. Namun hierarki sosial berusia dua ribu tahun yang diberlakukan pada orang-orang sejak lahir masih ada di banyak aspek kehidupan.

Menurut organisasi hak asasi manusia (HAM),termasuk Dewan HAM PBB, Human Rights Watch, dan, dan Amnesti Internasional, perempuan Dalit sangat rentan terhadap kekerasan serta diskriminasi berbasis kasta.

Bulan lalu, seorang gadis Dalit berusia 13 tahun diperkosa dan dibunuh di Uttar Pradesh. Tahun lalu, dua anak Dalit diduga dipukuli hingga tewas setelah buang air besar sembarangan. Pada 2018, seorang gadis berusia 13 tahun dari kasta yang lebih rendah dipenggal di bagian selatan negara itu. Pelaku diduga berasal dari kasta yang lebih tinggi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement