Rabu 30 Sep 2020 15:28 WIB

Karawang Tambah Tempat Tidur Isolasi Pasien

Gugus Tugas tingkatkan ketersediaan tempat tidur isolasi menjadi 340

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Esthi Maharani
Petugas merapikan ruang isolasi mandiri pasien COVID-19
Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja
Petugas merapikan ruang isolasi mandiri pasien COVID-19

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG — Kasus konfirmasi positif Coronavirus Desease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Karawang masih terus melonjak. Data terakhir sudah lebih dari 200 warga harus dirawat untuk menjalani isolasi karena terkonfirmasi positif Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang Fitra Hergyana mengatakan langsung menambah ketersediaan ruangan dan tempat tidur untuk warga yang akan menjalani isolasi di rumah sakit.

“Awalnya ketersediaan ada 218 (tempat tidur) tetapi akhirnya kita tingkatkan menjadi 340 dan sudah siap di rumah sakit rujukan,” kata Fitra kepada Republika, Rabu (30/9).

Fitra menyebutkan saat ini terdapat lima rumah sakit rujukan bagi warga terkonfirmasi positif Covid-19 di Karawang. Diantaranya sakit tersebut yakni RSUD Karawang, RS Hermina, RS Primaya, RS Lira Medika dan RS Paru Jatisari yang sudah siap melayani penyakit ini.

Ia mengatakan bahkan RSUD Karawang sudah menambah ruangan sebagai langkah preventif bertambahnya warga yang harus diisolasi. Mengingat klaster industri di Karawang terus berkembang dan memunculkan pasien-pasien baru yang konfirmasi positif Covid-19.

“Jadi kita sudah preventif sebelumnya menyikapi hal ini,” ujarnya.

Menurutnya, Gugus Tugas memang mewajibkan seluruh pasien konfirmasi positif Covid-19 untuk menjalani perawatan di rumah sakit. Dengan ini maka penyebaran diharapkan bisa ditekan karena pasien tersebut bisa diawasi secara maksimal oleh tenaga kesehatan.

“Kita memang tidak ada isolasi mandiri, yang positif wajib diisolasi di rumah sakit rujukan. Karena kita kan nggak ragu keadaan si A misalnya status ekonominya seperti apa. Kalau rumahnya hanya sekian petak bagaimana mau isolasi mandiri, yang ada menyebarkan lebih banyak lagi,” tuturnya.

Dengan terus melonjaknya kasus covid-19 dari klaster industri, kata dia, Gugus Tugas menekankan kepada perusahaan untuk secara intens berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan jika ditemukan adanya pekerja yang positif. Diharapkan dengan demikian, maka langkah penanganan bisa lebih cepat dan tepat. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement