Selasa 29 Sep 2020 06:32 WIB

Cegah Covid-19, Kemenhub Luncurkan Aplikasi Lacak Trans

Aplikasi lacak trans ini untuk masyarakat pengguna transportasi.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kanan) melakukan launching E-Ticketing di Terminal tipe A Jatijajar, Depok, Jawa Barat, Senin (28/9/2020). Dalam rangka Hari Perhubungan Nasional 2020 Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) launching mesin elektronik tiket (E-ticketing) Terminal tipe A Jatijajar.
Foto: ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kanan) melakukan launching E-Ticketing di Terminal tipe A Jatijajar, Depok, Jawa Barat, Senin (28/9/2020). Dalam rangka Hari Perhubungan Nasional 2020 Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) launching mesin elektronik tiket (E-ticketing) Terminal tipe A Jatijajar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) meluncurkan sistem e-ticketing dan aplikasi lacak trans untuk masyarakat pengguna transportasi. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengharapkan dengan adanya sistem tersebut dapat mengurangi risiko penyebaran Covid-19 di sarana dan prasarana transportasi khususnya pada wilayah Jabodetabek.

“Dengan penggunaan teknologi ini, kita harapkan dapat mengurangi risiko tertular Covid-19 salah satunya dengan menggunakan sistem e-ticketing dan aplikasi lacak trans. Sistem ini harus segera kita terapkan dalam penggunaan angkutan umum,” kata Budi dalam pernyataan tertulisnya, Senin (28/9).

Baca Juga

Budi menjelaskan, dalam kondisi pandemi, pemerintah dan masyarakat harus bisa beradaptasi dengan tatanan kebiasaan baru yaitu mengoptimalisasikan teknologi. Pasalnya transportasi atau angkutan umum digunakan oleh orang banyak sehingga perlu penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat salah satunya dengan memulai sistem berbasis teknologi.

Dia menjelaskan, e-ticketing merupakan sistem elektronik berupa layanan digital yang memiliki tiga fitur utama yaitu chek in AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) dan chek in AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi yang berfungsi untuk mencetak tiket atau boarding pass. Lalu go show adalah fitur pembelian tiket pada vending machine.

Sedangkan lacak trans sebuah aplikasi yang dikembangkan untuk masyarakat pengguna transportasi khususnya di wilayah Jabodetabek untuk memantau risiko penularan Covid-19. Khususnya baik pengguna transportadi di daerah mereka berada, di daerah yang akan mereka tuju, di kendaraan yang akan mereka tumpangi, maupun di sepanjang rute jalan yang akan mereka lalui.

“Apabila kita tidak mematuhi protokol kesehatan dengan benar di sarana dan prasarana transportasi umum, tidak menutup kemungkinan adanya penularan akibat perpindahan virus melalui perantara sentuhan benda mati seperti tiket, uang tunai dan bentuk transaksi langsung lainnya. Sedangkan dengan aplikasi lacak trans mampu memantau risiko penularan Covid-19 di sekitar wilayah kita,” ungkap Budi.

Budi mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada para petugas lapangan yang mengabdi tanpa henti meskipun di tengah pandemi seperti saat ini. Baik itu petugas di sektor transportasi darat, kaut, udara maupu perkeretaapian. BPTJ juga memberikan 1.500 masker yang akan dibagikan kepada PO Bus di Depok.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement