Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Pilkada 2020, PKB Jabar Janjikan Bantu Guru Ngaji

Senin 28 Sep 2020 22:25 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Andi Nur Aminah

Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda.

Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda.

Foto: Foto: Arie Lukihardianti/Republika
Janji tersebut diwujudkan dalam bentuk kartu Peduli Umat Melayani Rakyat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Menjelang Pilkada 2020, PKB Jawa Barat menjanjikan bantuan kesejahteraan untuk petani dan nelayan, pelaku usaha kecil,  dan guru ngaji.  Janji politik tersebut diberikan dalam bentuk kartu yang dinamakan kartu Peduli Umat Melayani Rakyat (PUMR). Kartu ini telah diluncurkan secara resmi di Hotel Aston, jalan Pasteur Kota Bandung, Senin (8/9).

Menurut Ketua DPW PKB Jabar, Syaiful Huda, kartu PUMR adalah bentuk janji politik yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan. 

Baca Juga

"Melalui kartu PUMR ini, pengangguran,  pedagang kecil, nelayan, guru ngaji, dan lainnya jangan sampai terjebak politik praktis, jangan terjebak politik transaksional," ujar Syaiful Huda, dalam sambutannya. 

Menurut Syaiful Huda, kartu tersebut adalah janji konkrit PKB untuk mensejahterakan masyarakat pasca Pilkada. Seluruh pasangan calon yang diusung PKB Jabar diwajibkan untuk mengusung ketiga kartu tersebut sebagai komitmen politik kesejahteraan masyarakat di daerahnya masing-masing. "Kami ingin di masa datang politik kekuasaan kita sudahi dengan politik kesejahteraan daerah melalui kartu PUMR ini," katanya. 

Menurutnya, masyarakat penerima kartu pada saat kampanye Pilkada dari calon kepala daerahnya masing-masing, bisa menagih janji kesejahteraan berupa uang dari APBD setelah pasangan calo sudah terpilih. "Kami sudah melakukan kontrak politik dengan para calon, ada yang sanggup satu tahun Rp 100 miliar, ada pula yang sanggup Rp 50 miliar perkartu, dalam satu tahun." kata Huda. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA