Senin 28 Sep 2020 01:44 WIB

Klaster Industri Karawang Tambah 32 Kasus Positif Covid-19

Penambahan kasus Covid19 hari ini merupakan rekor tertinggi.

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Andi Nur Aminah
Ilustrasi Covid-19
Foto: Pixabay
Ilustrasi Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Karawang, mencatat kembali adanya penambahan terkonfirmasi positif dari klaster industri. Sebanyak 32 pekerja dikonfirmasi positif terpapar virus corona.

Juru bicara GTPP Karawang, Fitra Hergyana mengatakan penambahan hari ini merupakan rekor tertinggi. Hasil ini pun telah dikoordinasikan kepada PJ Bupati Karawang untuk ditindaklanjuti.“Hasilnya kami akan berkoordinasi dengan PT N di Karawang, sebagai cluster baru dan adanya penambahan pasien covid," kata Fitra dalam laporannya, Ahad (27/9).

Baca Juga

Fitra mengatakan pihak GTPP ingin mengonfirmasi pihak perusahaan untuk mengetahui proses penangan karyawan yang terkonfirmasi positif. Tak hanya itu, pihak perusahaan yang menggelar rapid test dan swab test wajib melaporkan ke dinas kesehatan, minimal ke puskesmas setempat, untuk proses pendataan dan tracing. Menurutnya, dari beberapa kasus yang terjadi di klaster industri, pihak perusahaan melakukan kesalahan dalam penanganan Covid-19. Yakni tracing, testing dan treatment atau 3T yang tak sesuai dengan Kepmenkes (KMK) penanganan Covid-19. 

Dia mengatakan, pihak perusahaan sebenarnya memiliki dokter. Namun tidak berpedoman sesuai dengan KMK, sehingga ketika ada klaster tidak ada tindakan yang sesuai dengan KMK. Oleh karena itu, ia mengimbau bagi semua perusahaan untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan atau minimal Puskesmas setempat jika ada kasus positif di lingkungan. 

"Penanganan di awal yang keliru akan merugikan semua. Baik pihak perusahaan, pemerintah, masyarakat bahkan ke lingkungan lain di sekitar perusahaan," ujarnya.

Saat ini, data per Ahad 27 September 2020, total ada 646 warga Karawang terkonfirmasi positif. Dari jumlah tersebut masih ada 163 orang masih dalam perawatan, telah sembuh 463 dan meninggal dunia 20 orang.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement