Ahad 27 Sep 2020 00:03 WIB

Arab Saudi Cabut Larangan Berobat ke Luar Negeri

Pasien diizinkan berobat ke luar negeri jika kasusnya tidak bisa ditangani di Saudi.

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Ani Nursalikah
Arab Saudi Cabut Larangan Berobat ke Luar Negeri. Pria Arab Saudi berlatih di pusat kebugaran.
Foto: REUTERS/Ahmed Yosri
Arab Saudi Cabut Larangan Berobat ke Luar Negeri. Pria Arab Saudi berlatih di pusat kebugaran.

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyetujui perawatan di luar negeri bagi pasien yang membutuhkannya. Kendati demikian, pasien yang ingin bepergian ke luar negeri untuk perawatan dengan biaya sendiri harus memenuhi persyaratan tertentu yang ditetapkan oleh kementerian, yakni dengan mendapatkan persetujuan perawatan dari rumah sakit atau pusat spesialis di negara tujuan.

Kedua, kasus pasien harus menjadi salah satu yang membutuhkan perawatan di luar negeri dan tidak dapat ditangani di Arab Saudi. Selain itu, telah disetujui oleh Kementerian Kesehatan.

Baca Juga

Kasus tersebut juga harus memenuhi kondisi medis yang disetujui oleh Komisi Medis Tertinggi Saudi untuk menerima perawatan di luar negeri. Pasien yang dirujuk ke rumah sakit di luar Kerajaan dengan biaya negara harus mendapatkan perintah Kerajaan atau resolusi yang dikeluarkan Komisi Medis Tertinggi.

Pasien dapat didampingi maksimal dua orang. Namun, komisi dapat memutuskan jumlah pendamping berdasarkan setiap kasus.

Kementerian Kesehatan mengatakan akan mempelajari setiap permohonan dan langsung meneruskan permohonan tersebut ke Dirjen Paspor di Kementerian Dalam Negeri untuk mendapatkan izin yang diperlukan.

Semua permohonan berobat ke luar negeri dapat diselesaikan secara digital melalui platform pemerintah "Absher". Sementara itu, Arab Saudi mengumumkan pada Jumat (26/9) kematian baru terkait Covid-19 sekarang mencapai 4.625 orang.

Ada 472 kasus baru yang dilaporkan di Kerajaan, yang berarti 332.329 orang sekarang telah tertular penyakit tersebut.  Ada 12.068 kasus aktif, dan 1.043 di antaranya dalam kondisi kritis.

Menurut Kementerian Kesehatan, Makkah mencatat jumlah kasus tertinggi di Kerajaan dengan 86 kasus, sedangkan Madinah melaporkan 46 kasus dan Dammam 32 kasus. "Wanita mewakili 41 persen dari kasus yang baru dilaporkan, sedangkan orang tua mencapai 4 persen, anak-anak 12 persen dan orang dewasa 84 persen," kata Kementerian Kesehatan.

Selain itu, 843 lebih pasien telah pulih dari Covid-19, menjadikan jumlah total pemulihan di Kerajaan menjadi 315.636. Arab Saudi sejauh ini telah melakukan 6.275.557 tes PCR dan 38.698di antaranya dilakukan dalam 24 jam terakhir. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement