Jumat 25 Sep 2020 20:25 WIB

Utamakan Protokol Kesehatan di Pilkada Jatim

Pemprov Jatim akan menggelar pertemuan dengan kepala daerah yang menggelar Pilkada

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Hiru Muhammad
Polisi melakukan sterilisasi ruangan menjelang pendaftaran calon bupati dan wakil bupati di Kantor KPU Sumenep, Jawa Timur, Jumat (4/9/2020). Kabupaten Sumenep merupakan salah satu dari 19 kabupaten/kota di Jatim yang menggelar Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 mendatang.
Foto: ANTARA/Saiful Bahri
Polisi melakukan sterilisasi ruangan menjelang pendaftaran calon bupati dan wakil bupati di Kantor KPU Sumenep, Jawa Timur, Jumat (4/9/2020). Kabupaten Sumenep merupakan salah satu dari 19 kabupaten/kota di Jatim yang menggelar Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 mendatang.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA--Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono meminta setiap tahapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 mengutamakan protokol kesehatan, dalam rangka mencegah penularan Covid-19. Hal itu disampaikan Heru saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Pelaksanaan Pilkada Serentak di Masa Pandemi Covid-19 di Hotel Bumi City Resort Surabaya, Jumat (25/9)."Ada hal-hal dan aturan yang pertama perlu diperhatikan adalah untuk tetap menjaga protokol kesehatan," ujar Heru.

Protokol kesehatan perlu diperhatikan mengingat tahapan-tahapan pada Pilkada serentak identik dengan pengerahan dan pengumpulan masa. Seperti pendaftaran bakal calon, pengambilan nomor urut calon, kampanye, dan pemungutan suara. Oleh sebab itu, pelaksanaan Prokes menjadi syarat utama. "Perlu kita catat bersama bahwa pilkada tahun ini tidak sama dengan pilkada sebelumnya karena ada pandemi Covid-19," ujarnya.

Heru mengungkapkan, rencananya pemerintah Provinsi Jawa Timur akan mengadakan pertemuan dengan seluruh kepala daerah yang melaksanakan Pilkada serentak. Selain itu, pertemuan juga rencananya dilakukan bersama KPU, Bawaslu kabupaten/ kota serta Forkopimda di daerah. "Itu adalah salah satu cara yang diambil Pemprov Jatim untuk meningkatkan kebersamaan dalam rangka mengkondusifkan pilkada bersama tahun 2020," kata dia.

Heru berharap, forum koordinasi, diskusi, dan komunikasi intensif mampu menjadi kekuatan dan semangat untuk dapat melaksanakan Pilkada serentak 2020 secara kondusif. "Harapan kami agar Jawa Timur melaksanakan pilkada bersama-sama ini tetap dalam kondisi kondusif," katanya.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement