Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Selena Gomez tak Lagi Malu dengan Bekas Luka Cangkok Ginjal

Jumat 25 Sep 2020 13:06 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Reiny Dwinanda

Penyanyi Selena Gomez memiliki bekas luka transplantasi ginjal.

Penyanyi Selena Gomez memiliki bekas luka transplantasi ginjal.

Foto: EPA
Selena Gomez menjalani transplantasi ginjal terkait autoimun pada 2017.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selena Gomez menjalani transplantasi ginjal pada 2017, setelah seorang sahabatnya mendonorkan organ tersebut. Kondisi kesehatan aktris dan penyanyi asal Amerika Serikat (AS) ini pun terus berangsur membaik, membuatnya dapat kembali beraktivitas seperti semula.

Meski demikian, Gomez belum pernah mengenakan pakaian yang dengan jelas memperlihatkan bekas luka pasca prosedur operasi transplantasi tersebut. Hingga pada Kamis (25/9), perempuan berusia 28 tahun itu dengan percaya diri "memamerkannya".

"Saat saya mendapat bekas luka pasca transplantasi ginjal, sangat sulit menunjukkannya untuk pertama kalinya," tulis Gomez dalam unggahan foto di akun media sosial Instagram, dilansir Today, Jumat (25/9).

Gomez mengakui pada awalnya tidak ingin memiliki foto yang dengen jelas menunjukkan bekas luka operasi tersebut. Karena itulah, ia selalu mengenakan baju yang menutupinya.

"Tapi sekarang saya merasa percaya diri pada siapa saya dan apa yang saya alami. Saya bangga akan hal itu," jelas Gomez.

Dalam unggahan foto tersebut, Gomez mengenakan pakaian renang La’Marietee, jenama milik sahabatnya, Theresa Mingus. Ia mengatakan bahwa pesan dari peluncuran produk seperti yang dilakukannya kali ini adalah bahwa semua perempuan memiliki tubuh yang indah.

Gomez sempat mengalami sejumlah masalah kesehatan. Pada 2015, ia diketahui publik mengidap lupus, salah satu penyakit autoimun kronis. Kondisi inilah yang membuat bintang Disney itu harus melakukan kemoterapi hingga akhirnya transplantasi ginjal.

Di tahun berikutnya, pelantun lagu "Lose You To Love Me" itu mencari pengobatan untuk kecemasan dan depresi hingga kemudian didiagnosis dengan gangguan bipolar. Awal bulan ini, Gomez berbicara tantangan tentang pembentukan karakternya, sekaligus mempromosikan karier musiknya.

"Saya hanya melakukan hal-hal yang sebenarnya bukan saya. Ada tekanan untuk terlihat lebih dewasa di album saya, Revival pada 2015 (Saya merasakan) kebutuhan untuk menunjukkan. Saya benar-benar tidak berpikir saya adalah orang itu," jelas Gomez.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA