Jumat 25 Sep 2020 06:05 WIB

GTPP: 94 Persen Pasien Covid-19 di Aceh Tanpa Gejala

Mayoritas bagi orang tanpa gejala tersebut hanya membutuhkan isolasi mandiri.

Petugas medis melakukan tes usap (swab test) COVID-19 terhadap seorang ASN di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Aceh Barat, Aceh, Kamis (24/9/2020). Tes usap massal yang digelar Pemerintah setempat dan diikuti ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan warga secara gratis bertujuan untuk memutuskan penyebaran dan penularan COVID-19 yang terus meningkat di Indonesia.
Foto: ANTARA/Syifa Yulinnas
Petugas medis melakukan tes usap (swab test) COVID-19 terhadap seorang ASN di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Aceh Barat, Aceh, Kamis (24/9/2020). Tes usap massal yang digelar Pemerintah setempat dan diikuti ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan warga secara gratis bertujuan untuk memutuskan penyebaran dan penularan COVID-19 yang terus meningkat di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Aceh menyatakan sebanyak 94 persen pasien terinfeksi virus corona jenis baru penyebab Covid-19 di daerah itu adalah orang tanpa gejala (OTG) atau asimtomatik. Karena itu mereka hanya membutuhkan isolasi mandiri.

"Mayoritas bagi orang tanpa gejala tersebut hanya membutuhkan isolasi mandiri. Namun, apabila bergejala harus segera ditangani secara medis," kata juru bicara GTPP COVID-19 Aceh Saifullah Abdulgani, Kamis (24/9) di Banda Aceh.

Baca Juga

Ia mengatakan pada Kamis (24/9) 2020 terjadi penambahan 56 kasus baru. Mereka di antaranya memiliki gejala ringan hingga berat, dan harus dirawat di rumah sakit. "OTG wajib melakukan isolasi mandiri dan diawasi Satgas Covid-19 setempat. Bila timbul gejala ringan dan sedang, apalagi gejala berat, harus segera ditangani secara medis," katanya.

Menurut SAG, puluhan kasus baru itu tersebar di Banda Aceh 36 orang, Pidie Jaya delapan orang, Aceh Besar tujuh orang, Gayo Lues dua orang, Aceh Jaya dan Sabang masing-masing satu orang, dan satu orang warga luar daerah Aceh.

Pasien positif baru itu dirawat di ruang perawatan Penyakit Infeksi New Emerging dan Re-emerging (Pinere) bersama penderita Covid-19 lainnya, yakni dengan total sebanyak 99 orang atau 5,3 persen. "Mereka ada yang dirawat di Pinere RSUDZA Banda Aceh sebanyak 55 orang, RSUD Meuraxa Banda Aceh 33 orang, RSUD Aceh Tamiang tujuh orang, RSUD Nagan Raya tiga orang, dan di RSUD Zubir Mahmud Aceh Timur satu orang," katanya.

Hampir seluruh RSUD di kabupaten/kota di "Tanah Rencong", kata dia, telah memiliki instalasi Pinere bagi pasien probable dan konfirmasi Covid-19, dan tempat isolasi pasien suspek virus corona bergejala atau simtomatik, katanya lagi.

Secara kumulatif, pasien positif Covid-19 di Aceh telah mencapai 3.890 orang. Sebanyak 1.888 di antaranya orang dirawat di rumah sakit atau diisolasi mandiri, kemudian 1.857 orang telah sembuh, dan 145 orang meninggal dunia," ujar Saifullah Abdulgani.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement