Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Mahasiswa UB Olah Cangkang Telur Jadi Pasta Gigi

Kamis 24 Sep 2020 18:37 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Dwi Murdaningsih

Konsep produk odol dari cangkang telur karya mahasiswa Universitas Brawijaya (UB).

Konsep produk odol dari cangkang telur karya mahasiswa Universitas Brawijaya (UB).

Foto: Dok. Humas UB
Cangkang telur adalah sumber kalsium karbonat terbesar dengan konsentrasi 95 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Cangkang telur biasanya selalu menjadi sampah yang terbuang di masyarakat. Jarang yang memanfaatkan bahan tersebut karena belum diketahui kebermanfaatannya.

Ialah Rhifa Siti Fauziah ND, Umi Laila Sari, Berliana Arifa Noer Shodiq, Dimas Teguh Prasetiyo dan Izatannisa Nurma Ramadhani yang berhasil menemukan sisi lain dari cangkang telur. Lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) ini membuat konsep produk pasta gigi sensitif dari nanokalsium cangkang telur ayam dan chamomile.

Ketua kelompok, Rhifa Siti Fauziah ND menyatakan, cangkang telur dipilih menjadi bahan utama karena mengandung salah satu sumber kalsium karbonat terbesar dengan konsentrasi 95 persen. Sementara chamomile merupakan anthipersensitifitas dentin dan bersifat aromatik yang membuat pemakai nyaman.

"Dan tidak mudah mual saat sikat gigi," jelasnya.

Selain itu, chamomile berfungsi sebagai therapeutic agent karena memiliki anti bakteria. Kemudian mempunyai kemampuan penyembuhan jaringan lunak juga. Dengan demikian, bahan ini baik untuk gusi sekaligus mengatasi peradangannya.

Di dalam proses pembuatannya, cangkang telur akan diubah menjadi bubuk hidroksiapatit. Caranya dengan menggunakan teknologi nano yang berfungsi untuk memperkecil partikel kalsium cangkang telur ayam. "Sehingga memudahkan dalam penyerapan," ungkapnya.

Menurut Rhifa, hasil memperkecil partikel kalsium cangkang telur ayam sangat baik untuk pembentukan enamel pada gigi. Hal ini karena bahan tersebut mengandung banyak hidroksiapatit. Bahkan, secara berkala dapat menutup tubuli dentin yang terbuka akibat gigi sensitif.

Pembuatan desain pasta gigi sensitif menjadi penting dilakukan oleh tim. Pasalnya, beberapa produk pasta gigi dentine treatment sensitifity mengandung detergen. Salah satu yang harus diwaspadai, yakni kandungan detergen pasta gigi Sodium Lauryl Sulfate (SLS).

"SLS sebagai detergen pasta gigi paling berisiko menyebabkan iritasi pada jaringan lunak dalam rongga mulut," ucapnya.

Melihat fakta demikian, penggunaan bahan-bahan alami bernilai lebih unggul dari bahan kimia. Hal ini bisa menjadi alternatif terbaik untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Khususnya, penderita gigi sensitif yang membutuhkan lebih banyak zat aktif untuk menutupi jaringan yang terbuka sehingga merangsang rasa ngilu.  

Produk pasta gigi yang diberi nama DENATALIS masih berupa konsep produk. Meski demikian, Dosen Pembimbing Prasetyo Adi berharap, bisa bermanfaat, efisien, ekonomis, dan dapat dilakukan tindak lanjut untuk diproduksi. "Melihat dari manfaat yang ditawarkan produk ini bisa bersaing," kata Prasetyo.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA