Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Nyerah! Pengusaha Gak Kuat Hadapi Covid-19, Apalagi Resesi!

Kamis 24 Sep 2020 16:03 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Nyerah! Pengusaha Gak Kuat Hadapi Covid-19, Apalagi Resesi!. (FOTO: Unsplash/Ali Yahya)

Nyerah! Pengusaha Gak Kuat Hadapi Covid-19, Apalagi Resesi!. (FOTO: Unsplash/Ali Yahya)

Nyerah! Pengusaha Gak Kuat Hadapi Covid-19, Apalagi Resesi!

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani beberapa waktu lalu memberikan kode keras bahwa Indonesia masuk ke jurang resesi akibat perekonomian kuartal III-2020 akan kembali minus. Alhasil, para pengusaha terus tertekan akibat pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai, ditambah resesi di depan mata.

Dikutip dari Okezone di Jakarta, Kamis (24/9/2020) Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja mengatakan bahwa resesi nantinya hanya akan berdampak buruk bagi keuangan perusahaan.

Baca Juga: Pengusaha Setuju Pilkada Ditunda: Lebih Urgent Memutus Penyebaran Covid-19!

Shinta menambahkan apabila sebuah perseroan tidak mempunyai cadangan uang yang cukup maka pada akhirnya akan mengeluarkan kebijakan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) para karyawan.

"Tentu saja dengan adanya resesi pasti terpengaruh juga terhadap aktivitas ekonomi ini. Jadi dengan kata lain kalau pelaku usaha yang tidak bisa bertahan, pasti akan adanya penambahan dari segi penggangguran, yang di rumahkan, itu mesti diantisipasi," ujar Shinta saat dihubungi Okezone.

Shinta pun mengingatkan kepada seluruh perusahaan di Tanah Air untuk bisa mengelola arus kas secara baik. Dengan demikian, harapannya para pengusaha masih bisa bertahan meski resesi.

"Ketahanan dari masing-masing perusahaan ini sekarang di tes, makanya perusahaan harus bisa mengelola arus kas dengan baik. Harus bisa bertahan dengan keadaan resesi yang ada," ujarnya.

Lebih lanjut, Shinta berharap pemerintah bisa segara mencairkan dana stimulus modal kerja untuk korporasi. Bantuan itu amat dibutuhkan saat ini karena membantu kas perusahaan di tengah pemasukan yang semakin sulit.

"Jadi memang harapan kami bahwa stimulus untuk korporasi modal kerja ini bisa disalurkan. Ini kan antara perbankan dengan nasabah, jadi kami harapkan perbankan administrasinya jangan berlarut-larut. Jadi makanya ini bisa cepat," tandasnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA