Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Lagi, Klub Liga Primer Inggris akan Diakuisisi Asing

Kamis 24 Sep 2020 15:05 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Liga primer inggris

Liga primer inggris

Foto: http://www.skysports.com
Saat ini tinggal empat klub Liga Primer Inggris yang dimiliki asli orang Inggris.

REPUBLIKA.CO.ID, BURNLEY -- Sebuah perusahaan investasi olahraga asal Amerika Serikat, ALK Capital LLC dikabarkan dalam pembicaraan untuk membeli klub Liga Primer Inggris, Burnley.

Dilansir dari laman Independent, langkah tersebut menjadi bukti atas minat baru dari investor asal Amerika di klub Liga Primer Inggris. Setelah sebelumnya ada laporan bahwa West Ham United dan Southampton telah didekati oleh pemilik potensial Amerika Serikat.

Sumber tersebut mengatakan bahwa pembicaraan sudah berada di tahap lanjutan dan tengah mempertimbangkan kelompok Amerika, termasuk sejumlah investor swasta yang akan mengambil kepemilikan mayoritas juga peran langsung dalam menjalani klub.

ALK Capital dipimpin oleh Alan Pace, pria yang memiliki latar belakang Wall Street dan memegang peran penting di Citigroup. Dia diketahui pernah bekerja sebagai direktur pelaksana di Lehman Brothers.

Pace adalah presiden klub sepak bola Liga Utama, Real Salt Lake. Dia pun membawa produk teknologi pencarian bakat sepak bola dan perekrutan bernama AiScout dan Player Lens untuk pasar Inggris.

Tahun lalu Pace dan eksektif olahraga asal Amerika, Dave Checketts terlibat dalam upaya untuk membeli Sheffield United meski hasilnya gagal.

Checketts merupakan pemilik Real Salt Lake dan presiden klub NBA, Utah Jazz dan New York Knicks. Meski tidak ada laporan dia terlibat langsung dalam tawaran pembelian klub, dia tetap diyakini berperan sebagai penasihat.

Sementara itu, Burnley saat inin dimiliki oleh pengusaha asal Inggris, Mike Garlick. Dia adalah ketua klub dengan saham sebesar 49,24 persen dan John Banaszkiewicz memiliki 28,2 persen saham klub.

Sayangnya baik perwakilan ALK Capital maupun Burnley menolak untuk berkomentar. Musim lalu Burnley yang berjuang dengan anggaran minim berhasil bertahan di Liga Premier dengan finis di urutan 10. Dipimpin oleh Sean Dyche, kabarnya dia tidak bisa mengamankan kontrak baru untuk pemainnya karena kurangnya investasi klub.

Andai berganti kepemilikan, maka hanya tinggal Brighton & Hove Albion, Newcastle United, dan Tottenham Hotspur yang murni dimiliki oleh orang asli Inggris.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA