Tuesday, 8 Ramadhan 1442 / 20 April 2021

Tuesday, 8 Ramadhan 1442 / 20 April 2021

3 Hotel di Cikarang akan Jadi Lokasi Karantina

Rabu 23 Sep 2020 15:16 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Virus corona (ilustrasi).

Virus corona (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Total kapasitas 300 tempat tidur akan dipakai untuk karantina pasien.

REPUBLIKA.CO.ID, CIKARANG -- Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menyiapkan tiga hotel berbintang tiga sebagai tempat isolasi terpusat pasien COVID-19. Hotel akan digunakan lokasi karantina kategori pasien tanpa gejala dan gejala ringan mengantisipasi lonjakan kasus corona di wilayah tersebut.

"Sedang berproses. Ada tiga hotel di wilayah Cikarang dengan total kapasitas 300 tempat tidur," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah, Rabu (23/9).

Alamsyah mengatakan hotel disiapkan menjadi pusat isolasi mandiri menyusul tempat isolasi pasien COVID-19 di Wisma President University Jababeka dan Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang Utara sudah terisi penuh.

"Saat ini dua tempat isolasi itu sudah penuh. Total ada 105 tempat tidur di dua lokasi tersebut makanya kita siapkan hotel," katanya.

Selain menambah kapasitas tempat isolasi, hotel juga disiapkan untuk pasien COVID-19 yang kondisi rumahnya tidak memungkinkan dipakai isolasi mandiri.

"Ini untuk mencegah terjadinya kontak erat di keluarga dan lingkungan tempat tinggal," ucapnya.

Dia meminta pasien positif COVID-19 bergejala ringan segera berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat agar segera difasilitasi untuk menjalankan isolasi mandiri. Alamsyah menyebut kasus COVID-19 di wilayahnya terus bertambah dengan dominasi kluster industri.

Terdapat 238 orang dari total 398 kasus positif di pabrik Epson kawasan industri Ejip Cikarang Selatan merupakan warga Kabupaten Bekasi. Satgas COVID-19 Nasional masih menetapkan wilayah Kabupaten Bekasi sebagai zona merah. Dilansir dari laman pikokabsi.bekasikab.go.id jumlah kasus positif COVID-19 sejak awal pandemi mencapai 2.187 kasus dengan angka kematian 48 orang dan kasus sembuh 1.879 atau 86 persen.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA