Wednesday, 7 Jumadil Akhir 1442 / 20 January 2021

Wednesday, 7 Jumadil Akhir 1442 / 20 January 2021

Nadiem Makarim: PAUD Kunci Pembangunan SDM Sepanjang Hayat

Rabu 23 Sep 2020 13:58 WIB

Red: Gita Amanda

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Anwar Makarim mengatakan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan kunci pembangunan sumber daya manusia (SDM) sepanjang hayat. (Ilustrasi)

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Anwar Makarim mengatakan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan kunci pembangunan sumber daya manusia (SDM) sepanjang hayat. (Ilustrasi)

Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Usia dini merupakan usia emas tumbuh kembang anak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Anwar Makarim mengatakan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan kunci pembangunan sumber daya manusia (SDM) sepanjang hayat.

"Usia dini merupakan usia emas tumbuh kembang anak, investasi pada usia dini merupakan investasi bernilai paling tinggi," kata dia saat diskusi daring tentang komitmen konvergensi cegah kekerdilan (stunting) melalui peningkatan layanan Paud di Jakarta, Rabu (23/9).

Ia mengatakan tumbuh kembang seorang anak pada usia dini menentukan bagaimana kehidupan mereka selanjutnya. Secara khusus, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI menempatkan penanggulangan stunting sebagai salah satu program.

Pada jenjang PAUD, Kemendikbud mendorong terciptanya Paud holistik integrasi. Upaya tersebut diharapkan dapat menekan atau menurunkan prevalensi stunting di Tanah Air. Selain itu, upaya lain yang dilakukan Kemendikbud ialah meningkatkan kualitas dan kompetensi para tenaga pendidik Paud di Tanah Air.

"Guru PAUD harus sensitif gizi selain harus mampu mendorong stimulasi baik terkait pola makan, asuh maupun sanitasi," kata pendiri Gojek tersebut.

Secara umum, Nadiem mengatakan persoalan stunting tidak hanya menyangkut aspek kesehatan dan gizi buruk saja namun juga mengenai kemanusiaan yang membutuhkan komitmen bersama. Upaya membangun SDM yang unggul memang tidak mudah karena harus melibatkan banyak pihak dari tingkat pusat hingga ke daerah, ujar dia.

Apalagi, Presiden Jokowi telah menargetkan penurunan prevalensi stunting hingga 14 persen pada 2024. Saat ini angka prevalensi stunting Indonesia masih tergolong tinggi yakni 27,67 persen. "Saya percaya dengan bergotong royong kita bisa menyiapkan manusia-manusia yang unggul," katanya.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA