Selasa 22 Sep 2020 14:42 WIB

'Kota Padang Zona Merah karena Rajin Tes Swab'

Tracing dan testing yang mereka lakukan akan memutus mata rantai penularan.

Rep: Febrian Fachri / Red: Ratna Puspita
Tes swab di Puskesmas Andalas, Kota Padang.
Foto: febrian fachri
Tes swab di Puskesmas Andalas, Kota Padang.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa mengatakan daerahnya kembali dikategorikan ke dalam zona merah karena selama ini rajin melakukan pengambilan sampel swab warga. Jumlah pengambilan swab itu berdampak pada banyak warga Padang yang dinyatakan positif covid-19. 

"Kami mendapatkan zona merah ini karena kami rajin melakukan swab tes dan men-tracking yang positif," kata Hendri Septa, Selasa (22/9). 

Baca Juga

Hendri menyebut, Padang tetap akan masuk zona merah sampai beberapa hari ke depan karena gugus tugas masih terus melakukan tracking dan testing terhadap warga yang kontak. Hendri meyakini, tracing dan testing yang mereka lakukan akan memutus mata rantai penularan sehingga nanti angka kasus positif covid-19 di Kota Bengkuang akan turun. 

"Jadi kami menemukan siapa saja yang sudah terjangkit virus corona. Ini kan membantu pemerintah pusat dalam penanganan covid-19," ucap Hendri. 

Hingga hari ini, Kota Padang sudah mencatatkan 2.171 kasus positif covid-19. Jumlah yang sudah sembuh sudah 1.398 orang dan meninggal 51 orang. Kota Padang kini menangani 722 warga yang masih dalam keadaan positif covid. 268 orang positif dengan gejala dan 454 orang positif tanpa gejala. 

268 orang warga Padang yang sedang dalam keadaan positif covid-19 ini, 104 di antaranya dirawat di rumah sakit rujukan, isolasi mandiri 153 orang dan 11 orang dikarantina. 

454 orang warga Padang yang dalam keadaan positif covid tanpa gejala, 21 orang dirawat di rumah sakit rujukan, 426 orang isolasi mandiri dan 7 orang karantina. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement