Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Tiktok Dibeli Oracle, Trump Batalkan Blokir

Senin 21 Sep 2020 10:28 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Aplikasi TikTok

Aplikasi TikTok

Foto: EPA
Donald Trump membatalkan perintah blokir bagi Tiktok karena telah dibeli Oracle

REPUBLIKA.CO.ID,  WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan perintah blokir bagi perusahaan asal China ByteDance, yang menaungi aplikasi media sosial Tiktok. Pada Sabtu lalu, Trump mengatakan dia mendukung kesepakatan prinsip yang akan memungkinkan Tiktok terus beroperasi di AS.

"Tiktok akan dimiliki oleh perusahaan baru bernama TikTok Global dan berkantor pusat di AS, mungkin di Texas," kata Trump. Oracle Corp akan mengambil 12,5 persen saham di Tiktok Global dan menyimpan semua data pengguna AS di penyimpanannya untuk memenuhi persyaratan keamanan nasional AS.

Sementara raksasa ritel Walmart Inc mengatakan akan mengambil 7,5 persen saham di Tiktok Global. Penilaian tersirat untuk Tiktok Global sebagai hasil dari investasi ini tidak dapat dipelajari.

Oracle dan Walmart mengatakan bahwa Tiktok Global akan dimiliki mayoritas oleh investor AS. Menurut salah satu sumber yang tidak ingin disebutkan jati dirinya, ini hanya terjadi jika basis investor ByteDance diperhitungkan. "Ini karena ByteDance akan memiliki 80 persen Tiktok Global," kata sumber itu.

Sumber tersebut mengatakan, mengingat bahwa investor AS saat ini memiliki sekitar 40 persen dari ByteDance, Gedung Putih akan menghitung berapa banyak Tiktok Global yang dimiliki oleh pihak AS. Akibatnya, Oracle, Walmart, dan investor AS ByteDance akan memiliki, secara langsung atau tidak langsung, sekitar 53 persen Tiktok Global.

ByteDance tengah berupaya untuk menghindari tindakan keras terhadap Tiktok setelah Departemen Perdagangan AS mengatakan akan memblokir unduhan baru dan pembaruan untuk aplikasi pada Ahad. Pejabat AS telah menyatakan keprihatinan bahwa data pribadi sebanyak 100 juta orang Amerika yang menggunakan aplikasi tersebut telah diteruskan ke pemerintah Partai Komunis China.

Sebelumnya, Trump menandatangani perintah eksekutif pada 14 Agustus yang memberi ByteDance 90 hari untuk menjual Tiktok. Kendati demikian, kesepakatan yang diumumkan pada Sabtu disusun sebagai kemitraan daripada divestasi.

ByteDance yang berbasis di Beijing belum menanggapi permintaan komentar. Walmart dan Oracle juga tidak menawarkan informasi lebih lanjut tentang struktur kepemilikan Tiktok Global.

Hingga kini belum jelas apa yang mendorong Gedung Putih berkompromi atas dorongannya untuk penjualan Tiktok secara langsung. Namun, kesepakatan itu datang dengan janji yang memenuhi agenda kebijakan "America First" Trump. Ini juga menghindari pengucilan pengguna muda Tiktok menjelang pemilu AS 3 November.

ByteDance setuju untuk menciptakan 25 ribu pekerjaan AS baru di Tiktok, naik dari sedikit di atas 1.000. Trump, yang sebelumnya meminta perusahaan seperti Oracle dan Walmart untuk membayar AS "biaya" untuk berpartisipasi dalam kesepakatan Tiktok, mengatakan juga akan ada dana pendidikan AS senilai 5 miliar dolar AS sebagai bagian dari kesepakatan.

"Saya bilang, Anda tahu, tolong saya, dapatkah Anda menyisihkan 5 miliar dolar AS untuk dana pendidikan sehingga kita dapat mendidik orang-orang tentang sejarah nyata negara kita, bukan sejarah palsu," kata Trump pada kampanye pendukung di Fayetteville, Carolina Utara pada Sabtu.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA