Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Trump Restui TikTok, Data Pengguna Aman

Ahad 20 Sep 2020 09:57 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merestui kesepakatan penjualan aplikasi TikTok kepada Oracle dan Walmart. Kesepakatan ini akan memastikan keamanan data dari 100 juta pengguna TikTok di AS.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merestui kesepakatan penjualan aplikasi TikTok kepada Oracle dan Walmart. Kesepakatan ini akan memastikan keamanan data dari 100 juta pengguna TikTok di AS.

Foto: Vimeo
TikTok baru juga dapat memberikan lapangan kerja dan pendapatan pajak bagi negara.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merestui kesepakatan penjualan aplikasi TikTok kepada Oracle dan Walmart. Kesepakatan ini akan memastikan keamanan data dari 100 juta pengguna TikTok di AS.

"Saya telah memberikan persetujuan dan restu saya," ujar Trump, dilansir BBC, Ahad (20/9).

Restu Trump untuk kesepakatan penjualan itu datang beberapa hari setelah pemerintahannya mengatakan akan melarang operasional TikTok mulai Ahad ini. Namun Departemen Perdagangan telah memperpanjang tenggat waktu pembelian TikTok oleh perusahaan AS hingga 27 September.

Baca Juga

Pemilik TikTok, ByteDance belum memberikan komentar terkait kesepakatan pembelian aplikasi tersebut di AS. Penjualan TikTok di AS membutuhkan persetujuan lebih lanjut dari pemerintah China.

Reuters melaporkan, setelah dijual ke perusahaan AS, TikTok akan berubah nama menjadi TikTok Global. Perusahaan ini akan memiliki mayoritas direktur Amerika, kepala eksekutif Amerika, dan pakar keamanan di dewan.

Oracle dan Walmart diharapkan memiliki saham yang signifikan di perusahaan, dan ByteDance telah menyetujui perlindungan keamanan pada data pengguna AS. Data TikTok akan disimpan oleh Oracle, yang berhak memeriksa kode sumbernya.

Presiden Trump mengatakan perusahaan TikTok baru akan sepenuhnya dikendalikan oleh Oracle dan Walmart. Selain itu, perusahaan TikTok baru juga dapat memberikan lapangan kerja dan pendapatan pajak bagi negara.

Trump memerintahkan ByteDance untuk menjual bisnis TikTok kepada perusahaan AS dalam 90 hari atau jatuh pada 15 September. Jika tidak ada kesepakatan, maka pemerintah AS akan menutup aplikasi TikTok. Penjualan bisnis TikTok adalah bagian dari tindakan Trump terhadap perusahaan teknologi China di AS. Trump mengatakan aplikasi buatan China seperti TikTok, WeChat, dan Huawei dapat mengancam keamanan nasional, karena data penggunanya dapat dibagikan kepada pemerintah China. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA