Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

India Klaim Tangkap Militan Alqaidah Hendak Teror New,Delhi

Sabtu 19 Sep 2020 20:09 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Gerilyawan Alqaidah (ilustrasi)

Gerilyawan Alqaidah (ilustrasi)

Foto: EPA/Intel Center
Kelompok ini ingin melancarkan serangan ke sejumlah instalasi strategis.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Badan Investigasi Nasional India (NIA) menyatakan pada Sabtu telah menangkap sembilan anggota militan Alqaidah yang merencanakan serangan teror di beberapa lokasi di negara itu, termasuk Ibu Kota New Delhi. Kelompok itu dinilai ingin menebar teror di masyarakat.

"Kelompok ini berencana untuk melakukan serangan terorisme di sejumlah instalasi vital di India dengan tujuan membunuh rakyat yang tak bersalah dan menebar teror di pikiran masyarakat," kata divisi kontra terorisme NIA dalam pernyataan.

Mereka yang ditangkap itu berniat menjalankan serangan di sejumlah tempat, termasuk wilayah ibu kota. NIA menyita senjata tajam, senjata api buatan dalam negeri, dan rompi antipeluru buatan lokal. Kesembilan militan itu akan diproses di pengadilan untuk penahanan oleh kepolisian dan investigasi lebih lanjut.

Enam dari sembilan orang itu ditangkap di Negara Bagian Bengala Barat di wilayah timur. Sementara tiga lainnya di Negara Bagian Keraladi selatan. NIA menyebut mereka "memiliki hubungan dengan unit Alqaidah yang didukung oleh Pakistan."

Kementerian Luar Negeri Pakistan belum memberikan komentar terkait penangkapan tersebut. Namun, Pakistan telah sering kali membantah dugaan bahwa pihaknya memberikan dukungan material kepada kelompok militan Alqaidah.

India tengah meningkatkan perlawanan terhadap para militan di wilayah Kashmir yang dihuni mayoritas Muslim, juga di wilayah-wilayah lainnya. Tahun lalu, pasukan keamanan India membunuh pemimpin kelompok militan jaringan Alqaidah di Kashmir --yang memicu protes di sejumlah lokasi di kawasan sengketa itu.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA