Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

PHRI Jabar Inventarisasi Hotel untuk Isolasi Mandiri

Jumat 18 Sep 2020 20:26 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Fuji Pratiwi

Tamu berada dalam kamarnya di salah satu hotel berbintang (ilustrasi). Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat tengah menginventarisasi hotel yang direkomendasikan sebagai tempat isolasi mandiri bagi pasien Covid-19.

Tamu berada dalam kamarnya di salah satu hotel berbintang (ilustrasi). Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat tengah menginventarisasi hotel yang direkomendasikan sebagai tempat isolasi mandiri bagi pasien Covid-19.

Foto: ANTARA FOTO
Hotel bisa berpartisipasi jadi tempat isolasi mandiri pasien Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat tengah menginventarisasi hotel yang direkomendasikan sebagai tempat isolasi mandiri bagi pasien Covid-19. 

Menurut Ketua PHRI Jabar Herman Muchtar, sebaran hotel tersebut, nantinya akan berada di wilayah Bodebek dan Bandung Raya. "Pemerintah sedang mencari tempat isolasi di luar dari rumah sakit yang penuh," ujar Herman Muchtar saat dihubungi, Jumat (18/9).

Baca Juga

Herman mengatakan, hari ini PHRI mendata jumlah hotel yang ada di Bodebek dan Cikampek termasuk juga di Bandung Raya guna mengumpulkan hotel yang direkomendasikan. Rencananya, PHRI akan menyerahkan laporan hotel-hotel yang direkomendasikan dan bersedia untuk menjadi tempat isolasi mandiri bagi pasien Covid-19.

"Tadi malam saya berkirim surat ke ketua-ketua DPC, kan baru kemarin malam pemberitahuannya," kata Herman.

Upaya pemerintah ini, kata dia, seperti gayung bersambut untuk menggeliatkan kembali sektor perhotelan. Selama masa pandemi Covid-19, okupansi hotel di Jawa Barat merosot ke titik nadir.

"Okupansi hotel sekarang 10 persen. Kalau begini, hotel mengambil sikap untuk bisa berpartisipasi di sini. Jadi kan satu hotel yang dikontrak, bukan beberapa kamar," kata Herman seraya mengatakan hotel tersebut nantinya tak bisa menerima tamu dari yang lain, hanya yang Covid-19 saja.

"Fasilitasnya nanti tak hanya kamar, tapi juga makan, cuci, dan sebagainya. Itu kan harus dilatih juga layanan begitu," kata Herman.

Sebelumnya, mengikuti arahan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas Rabu kemarin (16/9), hari ini Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama bersama Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, menyampaikan kesiapan hotel yang akan berpartisipasi dalam program tambahan akomodasi untuk tenaga kesehatan dan pasien Covid-19.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA