Monday, 22 Syawwal 1443 / 23 May 2022

Dua Youtuber Ini Diendorse Kemenhub

Jumat 18 Sep 2020 07:35 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan menggunaka jasa Youtuber untuk mengkampanyekan penerbangan di masa pandemi Covid-19.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan menggunaka jasa Youtuber untuk mengkampanyekan penerbangan di masa pandemi Covid-19.

Foto: Republika/Putra M Akbar
Menhub menganjurkan stakeholders penerbangan bekerja sama dengan Youtuber.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) saat ini lebih memilih Youtuber untuk mengkampanyekan penerbangan saat masa pandemi Covid-19. Dibandingkan media massa, para Youtuber juga memiliki kelebihan tersendiri terutama yang memiliki puluhan hingga ratusan ribu penontonnya.

“Saya buka rahasia saja ya, saya sudah menghubungi dua Youtuber. Pertama kali saya ajak Atta Halilintar, dan kemarin saya diskusi dengan Deddy Corbuzier,” kata Budi dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (17/9) malam.

Baca Juga

Kepada dua Youtuber tersebut, Budi membahas mengenai amannya sirkulasi udara di dalam pesawat sehingga aman dan sehat bagi penumpangnya. Budi menilai dengan memilih Youtuber maka pemberitaan yang muncul untuk masyarakat dinilai lebih ringan.

“Karena dengan cara cara yang biasa, berita ini sedemikian heavy. Bahkan pada saat saya bicara dengan Deddy Corbuzier, dia tekankan kepada saya bahwa berita negatif tentang Covid-19 bahkan diumpamakan ketidakberdayaan atau ketidakpedulian pemerintah itu ada dan kita dianggap pro ekonomi saja,” jelas Budi.

Hanya saja Budi mengakui lebih santai jika berbicara dengan Youtuber karena tidak perlu berbicara lebih formal. Bahkan menurutnya efek pemberitaannya jauh lebih positif.

“Saya pikir lumayan itu ada lebih dari 270 ribu yang hit, yang Deddy Corbuzier tadi baru dua sampai tiga jam sudah 60 ribu (yang menonton),” ujar Budi.

Budi menuturkan, cara komunikasi yang dilakukan Kemenhub saat ini terbilang tertinggal. Dulu, kata dia, sebelum Covid-19 jika tidak membaca koran setiap pagi membuat tidak nyaman.

“Tapi apa yang sekarang terjadi? Kita nggak baca koran. Okay sekarang, bisa pakai gadget dan segala macam,” tutur Budi.

Untuk itu, Budi justru menganjurkan para stakeholders di dunia penerbangan bisa menggunakan cara tersebut dengan bekerja sama dengan Youtuber. Hal tersebut menurutnya jauh lebih efektif.

“Bapak semua punya kapasitas ajak mereka dan mereka senang sekali. Saya kemarin karena bantuan pak Yuri saya sembuh, mereka ingin saya jadi teman mereka ngobrol. Saya dilarang mbak Adita (Juru Bicara Kemenhub) karena ini bukan konsumsi untuk di celotehkan. Tapi sekarang saya merasa bahwa kebangkitan dunia aviasi itu harus disampaikan,” ungkap Budi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA