Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

MPR: Kasus Penusukan Ulama Jangan Jadi Preseden Buruk

Kamis 17 Sep 2020 23:47 WIB

Red: Bayu Hermawan

Wakil Ketua MPR Syarief Hasan

Wakil Ketua MPR Syarief Hasan

Foto: Humas MPR
MPR tak Ingin Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Jadi Preseden Buruk Penegakan Hukum

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan meminta kasus penusukan terhadap ulama Syekh Ali Jaber diusut tuntas. Syarief mengingatkan, jangan sampai kasus tersebut menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia dan mempengaruhi kepercayaan masyarakat.

"Keterbukaan ini penting untuk mengembalikan kepercayaan publik dan menghindari kecurigaan serta prasangka negatif terhadap penegakan hukum," kata Syarief Hasan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (17/9).

Baca Juga

Syarief Hasan mengutuk keras penusukan tersebut yang terjadi di kompleks Masjid Afaluddin Tamin Sukajaya, Lampung, Minggu (13/9). Ia mengaku telah mendengar banyak sekali berita penyerangan terhadap ulama, kasus penusukan yang dialami Syekh Ali Jaber hanya satu dari sekian banyak tokoh agama yang mendapatkan kekerasan dalam melakukan syiar agama.

Bahkan, menurut dia, ada beberapa di antaranya sampai meninggal dunia sehingga kejadian ini tidak memancing kerusuhan dan adu domba di tengah masyarakat. Kejadian ini, lanjut dia, sangat memprihatikan dan berpotensi memancing pergolakan di tengah masyarakat.

"Pemerintah dan aparat hukum harus bergerak cepat mengantisipasi kemungkinan buruk sehingga kerukunan antarumat beragama dan persatuan Indonesia tetap terjaga yang menjadi bagian dari pengamalan Pancasila," ujarnya.

Syarief juga mendorong agar seluruh komponen bangsa tidak mudah terhasut dengan upaya propaganda buruk yang memanfaatkan kejadian tersebut. Ia juga mengajak pemerintah, penegak hukum, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam setiap kegiatan-kegiatan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA