Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Benarkah Nabi SAW Hanya Mencintai Umatnya yang Taat? 

Jumat 18 Sep 2020 04:55 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Ani Nursalikah

Rasulullah SAW (ilustrasi)

Rasulullah SAW (ilustrasi)

Foto: Republika/Kurnia Fakhrini
Nabi SAW memiliki keluasan rasa cinta dan kasih.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rasa cinta Rasulullah SAW kepada umatnya tidak bisa disangkal lagi. Manusia paling sempurna yang diciptakan Allah ini merupakan pribadi luhur yang memiliki keluasan rasa cinta dan kasih. 

Rasa cinta dan kasih Rasulullah kepada umatnya tidak hanya tertuju pada umatnya yang taat saja. Cinta dan kasihnya Rasulullah juga terlihat dengan bagaimana beliau memperlakukan musuh, orang yang menghinanya, hingga kaum Muslimin yang belum taat kepada Allah. 

Dalam kitab Sirah Sahabat karya Syekh Muhammad Yusuf Al-Kandahlawy dijelaskan sebuah kisah tentang bentuk cinta serta pendidikan dari Rasulullah tentang umatnya. Al Bukhari, Ibnu Jarir, dan Al-Baihaqy mentakhrij dari Sayyidina Umar bin Khattab bahwa ada seorang laki-laki di zaman Rasulullah bernama Abdullah yang dijuluki himar. 

Baca Juga

Abdullah ini kerap dijatuhi hukuman karena meminum khamr (minuman keras). Suatu hari dia dijatuhi hukuman dera karena kesalahan yang sama. Lalu ada seseorang yang berkata: "Ya Allah, terkutuklah dia karena dia sudah sering melakukan kesalahan,". 

Mendengar hal itu, Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah kalian mengutuknya. Demi Allah, yang kutahu dia (Abdullah) mencintai Allah dan Rasul-Nya,". Begitulah Rasulullah mendidik umatnya. Bahwa perkara cinta dan kasih haruslah tetap ditunjukkan dalam kondisi emosi seperti apa pun. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA