Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Empat Preman Pasar Raya Padang Diciduk

Rabu 16 Sep 2020 20:47 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Pasar Raya Padang, Sumatra Barat. Empat preman diamankan petugas di kawasan Bundaran Air Mancur Pasar Raya pada Rabu (16/9) sekitar pukul 15.00 WIB.

Pasar Raya Padang, Sumatra Barat. Empat preman diamankan petugas di kawasan Bundaran Air Mancur Pasar Raya pada Rabu (16/9) sekitar pukul 15.00 WIB.

Foto: Republika/Febrian Fachri
Sasaran pemerasan preman Pasar Raya ialah pengemudi angkot dan masyarakat bermobil.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Jajaran Kepolisian Resor Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) kembali mengamankan empat preman di kawasan Pasar Raya. Mereka yang ditangkap karena kerap melakukan pungli.

"Hari ini kami kembali melakukan pemantauan di kawasan Pasar Raya Padang dan mengamankan empat orang," kata Kepala Kepolisian Resor Kota Padang, AKBP Imran Amir di Padang, Rabu.

Empat preman tersebut diamankan petugas di kawasan Bundaran Air Mancur Pasar Raya sekitar pukul 15.00 WIB. Salah seorang yang ditangkap berjenis kelamin perempuan.

Imran menjelaskan, kegiatan itu dilakukan karena banyak masyarakat yang resah dengan aksi premanisme serta pemalakan di kawasan Pasar Raya. Tindak pemerasan diduga dilakukan di kawasan Air Mancur Pasar Raya dengan sasaran pengemudi angkutan kota (angkot) serta masyarakat dengan mobil pribadi yang parkir di kawasan tersebut.

Menurut Imran, modus yang digunakan adalah memberi jasa pengharum ruangan mobil, menjual makanan, minuman dan lainnya. Mereka lalu memaksa orang membelinya dengan harga di atas harga normal.

"Para pelaku akan diproses dan diminta keterangan oleh Satreskrim Porlesta Padang," katanya.

Pada Senin (14/9) Polresta Padang juga telah mengamankan 13 preman di kawasan yang sama. Mereka telah dipulangkan kembali usai menjalani pemeriksaan dan membuat pernyataan agar tidak melakukan hal yang sama.

Pada bagian lain, Kapolresta Padang menegaskan akan menindak para pelaku tindakan pemerasan apapun bentuknya di daerah setempat. "Kasus pemerasan adalah salah satu priotritas kami, jadi jangan ada yang main-main," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA