Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Kadin: Penerapan PSBB Matikan Kegiatan Usaha

Rabu 16 Sep 2020 02:47 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Friska Yolandha

Calon penumpang berjalan di kawasan Terminal Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah, Selasa (15/9/2020). Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang kembali diterapkan di Jakarta berdampak pada penurunan jumlah penumpang dan operasional bus di Terminal Tirtonadi yang turun hingga 70 persen.

Calon penumpang berjalan di kawasan Terminal Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah, Selasa (15/9/2020). Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang kembali diterapkan di Jakarta berdampak pada penurunan jumlah penumpang dan operasional bus di Terminal Tirtonadi yang turun hingga 70 persen.

Foto: Antara/Mohammad Ayudha
Banyak usaha yang akan terdampak jika PSBB tidak dibarengi dengan pengendalian Covid.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bukanlah kondisi ideal bagi pelaku usaha. Sebab, kebijakan ini merupakan langkah yang sangat mematikan kegiatan usaha, sekaligus menekan permintaan masyarakat.

"Sehingga hampir tidak ada driver untuk pelaku usaha menciptakan peningkatan kinerja ekonomi. Padahal saat ini pun pelaku usaha sudah mati-matian mempertahankan eksistensi dan kinerja dengan modal semakin menipis dan stimulus yang efeknya masih terlalu minim," ujar Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani kepada Republika.co.id, Selasa (15/9).

Ia khawatir bila kebijakan PSBB diberlakukan dalam waktu lama tanpa output pengendalian Covid-19 yang memuaskan, akan semakin banyak pelaku usaha sektor riil nasional, khususnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan pengusaha skala menengah mati, karena tidak sanggup bertahan. Jumlah pengangguran juga dikhawatirkan bertambah, khususnya di sektor informal yang menyerap lebih dari separuh tenaga kerja nasional.

"Namun pada saat sama, kami juga memahami urgensi kebijakan ini terhadap pengendalian Covid-19. Maka, kami harap kebijakan ini bisa menghasilkan output pengendalian Covid yang efektif dalam waktu sesingkat-singkatnya, sehingga tidak berlama-lama PSBB," tutur Shinta. 

Ia menambahkan, semakin cepat Indonesia bisa mengendalikan Covid sampai mendekati nol dan menghilangkan PSBB sekaligus normalisasi kegiatan ekonomi, pelaku usaha akan semakin mendukung. "Maka kami harap pemda DKI juga memastikan pelaksanaan PSBB kali ini betul-betul sukses meminimalisir penyebaran Covid di Jakarta sebelum pertengahan kuartal IV," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA