Selasa 15 Sep 2020 19:09 WIB

DIY Tambah 26 Kasus Baru Covid-19, Sleman Tertinggi

Total kasus sembuh di DIY menjadi 1.370 kasus atau 72,2 persen.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Dwi Murdaningsih
virus corona (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com
virus corona (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kasus baru positif Covid-19 yang dilaporkan pada 15 September 2020 ini bertambah 26 kasus. Tambahan ini menjadikan total kasus positif di DIY menjadi 1.895 kasus.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 untuk DIY, Berty Murtiningsih mengatakan, kasus baru yang dilaporkan hari ini tersebar di seluruh kabupaten dan kota di DIY. Kabupaten Sleman masih memegang rekor kasus baru tertinggi yang dilaporkan yaitu mencapai 12 kasus baru.

Baca Juga

"Di Kulon Progo dilaporkan 11 kasus baru. Di Kota Yogyakarta, Bantul dan Gunungkidul masing-masingnya dilaporkan ada satu kasus baru," kata Berty melalui pesan tertulisnya, Selasa (15/9).

Berty menjelaskan, berdasarkan riwayat, ada satu kasus baru yang merupakan karyawan kesehatan di Sleman. Selain itu, ada 13 kasus baru yang didapatkan dari hasil pelacakan terhadap kontak erat dari kasus positif yang sudah ada sebelumnya.

"Dua kasus didapat dari periksa mandiri yang dilakukan pasien, empat kasus ada riwayat perjalanan luar daerah, satu kasus memiliki riwayat kontak dengan keluarga dari luar wilayah dan ima kasus lainnya masih dalam penelusuran," ujarnya.

Sementara itu, Berty juga melaporkan adanya tambahan 15 kesembuhan positif Covid-19 pada 15 September ini. Sehingga, total kasus sembuh di DIY menjadi 1.370 kasus atau 72,2 persen.

Kasus sembuh ini terdiri dari delapan warga Bantul, empat warga Kota Yogyakarta, dua warga Kulon Progo dan satu kasus sembuh lainnya merupakan warga Gunungkidul. Sementara, tidak ada dilaporkan kasus sembuh di Sleman pada 15 September ini.

Didapatkannya 26 kasus baru positif dan 15 kasus sembuh tersebut, merupakan pemeriksaan terhadap 492 sampel Covid-19. Ratusan sampel ini terdiri dari 425 orang yang menjalani tes swab Covid-19.

"Total sampel yang diperiksa (sejak Maret) sampai 15 September 2020 sudah sebanyak 60.323 sampel dari 47.514 orang (yang menjalani tes swab)," kata  Berty. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement