Thursday, 18 Rabiul Akhir 1442 / 03 December 2020

Thursday, 18 Rabiul Akhir 1442 / 03 December 2020

Bea Cukai Palembang Catat Realisasi Penerimaan Negara

Selasa 15 Sep 2020 18:43 WIB

Red: Gita Amanda

Bea Cukai Palembang mencatat realisasi penerimaan negara telah mencapai 75 persen pada pertengahan kuartal III.

Bea Cukai Palembang mencatat realisasi penerimaan negara telah mencapai 75 persen pada pertengahan kuartal III.

Foto: .
Bea Cukai mencatat realisasi penerimaan negara mencapai 75 persen

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Palembang mencatat realisasi penerimaan negara telah mencapai 75 persen pada pertengahan kuartal III 2020.

Kepala KPPCB Palembang, Abdul Haris, Selasa (15/9), mengatakan penerimaan negara yang mencapai Rp 70.976.402.000 per Agustus 2020 menunjukan tren positif meski pandemi Covid-19 tampak masih menunjukan ketidakpastian. "Penerimaan negara di bea cukai palembang tetap positif selama pandemi dan sampai saat ini masih on the track," kata Dwi.

Penerimaan negara tersebut berasal dari bea masuk, bea keluar, dan cukai. Realisasi Rp 70.976.402.000 per kuartal III tersebut rasionya 75,24 persen dari target penerimaan pada 2020 sebesar Rp 94.331.946.000.

Targetnya naik 4,8 persen atau Rp 4.323.756.000 dari target 2019 sebesar Rp 90.008.190.000. Menurut dia, penerimaan bea masuk pada April 2020 atau saat terjadi peningkatan kasus positif Covid-19 tercatat Rp 11.295.776.000, tercatat naik dibandingkan awal kemunculan kasus pada Maret 2020, yakni sebesar Rp 6.219.100.000.

Peningkatan realisasi tersebut didominasi dari PT OKI Pulp and Paper sebesar Rp3.371.245.000 dan Bea Masuk Tindak Pengamanan (BMTP) sebesar Rp 2.114.499.000.

Peningkatan paling signifikan tercatat pada Agustus 2020, lanjutnya, penerimaan negara naik 70,3 persen sebesar Rp 10.302.000.0000 dibandingkan Juli 2020 yang hanya Rp 6.049.314.000. Kenaikan tersebut didominasi importasi PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper dan adanya BMTP terhadap komoditi keramik yang masuk melalui kantor Bea Cukai Palembang.

"Kami yakin tren positif akan terus berlanjut sampai akhir 2020 dan sisa 24 persen realisasi penerimaan negara akan tercapai," tambahnya.

Tren positif tersebut setidaknya didukung dengan masih mendominasinya komoditi impor barang modal dan barang pembantu produksi dalam negeri hingga kuartal III 2020. Sementara total penerimaan negara di Bea Cukai Palembang pada 2019 tercatat sebesar Rp 101.665.322.000, surplus 12 persen dari target sebesar Rp 90.008.190.000.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA