Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Emil Susah Mengangkat Tangan dan Pegal Setelah Vaksin

Senin 14 Sep 2020 18:49 WIB

Red: Gita Amanda

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menunjukkan lengannya yang telah disuntikan vaksin usai menjalani uji klinis fase tiga vaksin Covid-19 di Puskesmas Garuda, Jalan Dadali, Kota Bandung, Senin (14/9). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto dan Kepala Kejati Jabar Ade Eddy Adhyaksa menjalani penyuntikan kedua sebagai relawan uji klinis fase tiga vaksin Covid-19. Foto: Abdan Syakura/Republika

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menunjukkan lengannya yang telah disuntikan vaksin usai menjalani uji klinis fase tiga vaksin Covid-19 di Puskesmas Garuda, Jalan Dadali, Kota Bandung, Senin (14/9). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto dan Kepala Kejati Jabar Ade Eddy Adhyaksa menjalani penyuntikan kedua sebagai relawan uji klinis fase tiga vaksin Covid-19. Foto: Abdan Syakura/Republika

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Emil berharap vaksin ini memberi harapan kepada seluruh warga Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil mengikuti jadwal penyuntikan kedua sebagai relawan vaksin Covid-19 di Puskesmas Garuda, Senin (14/9). Menurutnya, diameter jarum yang digunakan untuk suntik vaksin kedua ini agak besar lubangnya. Usai disuntik, Ridwan Kamil merasakan agak pegal dan susah mengangkat tangan yang bekas disuntik.

"Jadi lubang jarumnya lumayan lah. Setelah itu, 30 menit menunggu. Kalau saya selama lima menit ini agak pegal. Kemudian, agak susah mengangkat tangan dan masih agak kerasa," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil.

Emil menjelaskan, di hari-hari berikutnya biasanya ia merasa agak mengantuk. Namun, ia berharap semua hasilnya baik.

"Mudah-mudahan pengetesan vaksin ini memberi harapan kepada seluruh warga Indonesia ikhitar ini harus dilakukan sama-sama. Ini kalau tidak berhasil harus cari cara lagi mencari ending Covid-19," katanya.

photo
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mencuci tangannya sebelum menjalani penyuntikan vaksin, di Puskesmas Garuda, Bandung, Jawa Barat, Senin (14/9/2020). Gubernur Jabar Ridwan Kamil, bersama Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi, Pandam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto dan Kepala Kejati Jabar Ade Eddy Adhyaksa menjalani uji klinis tahap tiga berupa penyuntikan vaksin COVID-19. - (ANTARA/Raisan Al Farisi)
Emil mengatakan, ia bersama Kapolda, Pangdam dan Kajati meelakukan kunjungan ketiga dari lima kunjungan. "Alhamdulillah lancar. Kunjungan ini puncak dari proses penyuntikan dosis terakhir dari vaksin Covid-19," katanya.

Emil menjelaskan, 14 hari dari sekarang akan di tes darah semua relawan. "Mohon doanya mudah-mudahan hasil nanti ada reaksi positif dari dua minggu sekarang yakni dengan meningkatnya imunitas dan antibodi Covid-19," paparnya.

Proses penyuntikan vaksin hari ini, kata Emil, lebih cepat karena tidak ada pengambilan darah. Biasanya di cek timbangan, diperiksa dokter, kemudian tes paru-paru dan sekitarnya.

"Sekarang lebih cepat, lancar dan masuk ke ruangan vaksin. Penyuntikan dilakukan dua dokter dan setiap orang beda-beda," kata Emil seraya mengatakan kalau vaksin ini berhasil maka bisa berakhir nantinya masyarakat diberikan vaksin yang hadir sekarang.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA