Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Suntik Kedua Vaksin Covid-19, Ridwan Kamil Minta Doa

Senin 14 Sep 2020 14:52 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Gita Amanda

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menunjukkan bekas suntikan vaksin, (ilustrasi).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menunjukkan bekas suntikan vaksin, (ilustrasi).

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Emil berharap proses uji vaksin Covid-19 bisa aman terkendali

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil mengikuti jadwal penyuntikan kedua sebagai relawan vaksin Covid-19 di Puskesmas Garuda, Senin (14/9). Ridwan Kamil, disuntik pada pukul 13.00 WIB.

"Ya kami, 13.00 di tes vaksin ya di kunjungan ketiga, akan disuntikan lagi dosis yang kedua di Puskesmas Garuda. Media, saya kira mungkin sudah hafal jadwalnya. Mohon doanya saja," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil ditemui sebelum penyuntikan.

Emil berharap semua masyarakat mendoakan agar semua proses uji coba vaksin Covid-19 ini bisa aman terkendali dan tidak merasakan ada hal-hal yang terdampak seperti penyuntikan yang pertama. "Dan mudah-mudahan yang kedua juga sama, sehingga nanti berakhir dengan keberhasilan naiknya antibodi imunitas kita terhadap Covid-19. Sehingga rakyat Jawa Barat dan Indonesia bulan Januari sudah bisa diberi vaksin itu," katanya.

Sebelumnya, Emil menyiapkan kondisi fisik untuk menghadapi penyuntikan kedua sebagai relawan vaksin Covid-19. Emil berharap, semua proses uji klinis vaksin Sinovac ini bisa berjalan lancar.

Emil, menuntaskan penyuntikan uji klinis calon vaksin tahap pertama di Puskesmas Garuda, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Jumat (28/8) lalu. Proses itu dilakukan bersama Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, Kepala Kejati Jabar Ade Eddy Adhyaksa, dan Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi.

Selama 14 hari setelah disuntik, Emil dan relawan lainnya, mengisi laporan suhu rutin dan anomali yang dirasakan tubuh secara rutin setiap hari. Ada sekitar sembilan potensi reaksi yang harus dilaporkan jika terjadi, dari gejala ringan sampai gejala agak berat.

“Mudah mudahan tes vaksin kedua, nanti selanjutnya diambil sampel darah sampai bulan Desember. Mohon doanya itu berhasil, sehingga kita bisa memproduksi dan memberikan vaksinasi kepada warga Jabar dan warga Indonesia,” paparnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA