Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Menurut Syekh Ali, Pelaku Ingin Menusuk Lehernya

Senin 14 Sep 2020 08:57 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Indira Rezkisari

Syekh Ali Jaber saat memberi keterangan soal penusukan dirinya di Bandar Lampung, Ahad (13/9).

Syekh Ali Jaber saat memberi keterangan soal penusukan dirinya di Bandar Lampung, Ahad (13/9).

Foto: Tangkapan layar akun youtube Syekh Ali Jaber
Syekh Ali Jaber sempat menangkis upaya penusukan pelaku.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Syekh Ali Jaber ditusuk orang tak dikenal saat mengisi kajian di Masjid Falahuddin, Tamin, Tanjungkarang, Pusat, Bandarlampung, Ahad (13/9) sore. Syekh Ali menceritakan bahwa pelaku akan menyerang bagian lehernya dengan senjata tajam.

"Menurut Syekh Ali tujuannya leher beliau. Tapi Syekh Ali bergerak secara refleks dan akhirnya mengenai otot," kata Ketua Yayasan Syekh Ali Jaber Habib Abdurrahman Asad Al-Habsyi saat dihubungi, Senin (14/9).

Habib Abdurrahman menuturkan pelaku menyerang Syekh Ali Jaber secara spontan, sehingga korban tidak melihat ada gelagat sebelumnya dari pelaku akan naik ke mimbar dan menyerang Syekh Ali dengan pisau. Karena sebelum kejadian jamaah khidmat mendengarkan pesan hikmah yang disampaikan Syekh Ali.

"Saya dikabarkan langsung Syekh Ali, penyerangan itu secara spontan oleh anak yang berusia kurang lebih 20 tahun," katanya.

Pelaku kata Habib Abdurrahman seperti diceritakan Syekh Ali, tiba-tiba naik ke atas panggung, berlari dan segera menusukkan pisau ke arah atas dengan tujuan menusuk leher. Karena Syekh Ali sempat menangkis pisau akhirnya mengenai bagian atas tangan kanannya.

"Kemudian dia menggunakan pisau mengarahnya dari atas," katanya.

Akibat serangan, Syekh Ali luka di bagian lengan kanan atas cukup dalam sampai harus mengalami jahitan enam di dalam dan enam jahitan di luar. Meski demikain tidak menyebabkan Syekh Ali dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

"Sekarang Alhamdulillah sudah keluar rumah sakit. Kita doakan segera pulih," katanya.

Habib Adurrahmab mengaku, pihaknya belum mengetahui pasti apa motif penusukan tersebut. Walaupun kata dia sudah ada kabar, bahwa pelaku ini merupakan orang gila.

"Saya kira ini terlalu prematur kalau dikatakan ini orang gila yang melakukannya," katanya.

Karena kata dia, untuk menyimpulkan bahwa pelaku mengalami gangguan kejiwaan perlu pendalaman yang biasanya membutuhkan waktu yang tidak singkat. Untuk itu pihak keluarga berharap polisi bisa cepat mengungkap dalangnya.

"Mudah-mudahan segera bisa didalami dan diketahui motifnya dan bisa juga didalami siapa dalangnya," katanya.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA