Ahad 13 Sep 2020 22:27 WIB

Positif Covid-19 di Kaltim Bertambah 174 Kasus

Total positif Covid-19 di Kaltim menjadi 5.926 orang.

Pekerja medis mengecek kondisi pasien virus corona, ilustrasi.
Foto: AP
Pekerja medis mengecek kondisi pasien virus corona, ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA -- Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bertambah 174. Sehingga, total kasus di Kaltim menjadi 5.926 kasu.

"Tambahan sebanyak 174 kasus baru pada hari ini (Ahad, 13/9) tersebar di Berau 7 kasus, Kutai Timur 1 kasus, Paser 2 kasus, Balikpapan 79 kasus, Bontang 49 kasus, dan Samarinda 36 kasus," kata Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 setempat, Andi Muhammad Ishak, Ahad (13/9).

Baca Juga

Menurut Andi, angka pergerakan kasus cukup mengkhawatirkan. Karena, dalam setiap rilis harian tambahan kasus terkonfirmasi positif lebih dari 100 kasus.

"Peluang bertambahnya kasus masih dimungkinkan, karena masih ada 70 kasus yang masih menunggu hasil tes usap," papar Andi.

Andi menambahkan untuk kasus sembuh juga mengalami penambahan sebanyak 143, dengan rincian di Berau 21 kasus, Kutai Timur 14 kasus, Paser 2 kasus, Balikpapan 62 kasus, dan Bontang 44 kasus. Sementara data pasien meninggal dilaporkan bertambah 4 kasus, dengan rincian Bontang 2 kasus BTG333 dan BTG334, yang meninggal di RS Pupuk Kaltim dan dua kasus meninggal lainnya di Samarinda, yakni SMD1311 yang meninggal di RSUD AW Sjachranie dan SMD440 di RS Dirgahayu.

Dengan demikian, lanjutnya, total kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kaltim sebanyak 5.926 kasus. Dari jumlah tersebut, 3.589 kasus dinyatakan sembuh, 2.097 kasus masih menjalani perawatan dan 240 kasus meninggal dunia.

Andi mengingatkan tingginya angka penambahan kasus, dampak yang ditimbulkan terkait sarana dan layanan kesehatan pemerintah. "Kondisinya bisa saja layanan medis akan penuh dan ini bisa berbahaya kalau tidak ada upaya sangat serius, untuk mencegah semaksimal mungkin terhadap penyebaran virus ini," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement