Ahad 13 Sep 2020 10:16 WIB

BMH Gelar Santunan Yatim dan  Dhuafa di Pulau Seraya, Kepri 

Acara itu dihadiri ratusan yatim-dhuafa dari beberapa pulau di sekitar Batam.

BMH Perwakilan Kepulauan Riau menggelar acara santunan yatim-dhuafa dan doa untuk keselamatan negeri yang dipusarkan di Pulau seraya, Sabtu (12/9).
Foto: Dok BMH
BMH Perwakilan Kepulauan Riau menggelar acara santunan yatim-dhuafa dan doa untuk keselamatan negeri yang dipusarkan di Pulau seraya, Sabtu (12/9).

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM -- Masyarakat Pulau Seraya, Kepulauan Riau,  mendapati pemandangan tak biasa pada Sabtu (12/9) yang bertepatan dengan 24 Muharram 1442 H. 

"Alhamdulillah, saat ini BMH menggelar santunan anak yatim piatu dan dhuafa sekaligus doa untuk keselamatan negeri," terang Kepala BMH Perwakilan Kepulauan Riau (Kepri), Abdul Aziz dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

"Acara ini dihadiri oleh ratusan anak yatim-piatu dan dhuafa dari berbagai pulau yang berada di sekitar kota Batam. Yaitu,  Pulau Akar, Pulau Air, Pulau Panjang Barat, Pulau Temoyong, Pulau Panjang Timur, dan dari Pulau Seraya selaku tuan rumah," imbuh Aziz.

Helatan ini diadakan  sebagai momentum syiar Tahun Baru Islam, yakni bulan Muharram sekaligus momentum berbagi kepada sesama, terutama anak-anak yatim piatu dan dhuafa.

"Pemberian santunan ini diharapkan sedikitnya dapat meringankan beban kehidupan yang kian hari semakin berat dan kondisi negara kita yang sedang diterpa musibah mewabahnya virus yang tak kunjung selesai," ungkap Aziz.

photo
Ratusan anak yatim piatu dan dhuafa dari beberapa pulau di Batam dan sekitarnya mengikuti acara santunan yang diadakan oleh BMH Perwakilan Kepulauan Riau, Sabtu (12/9). (Foto: Dok BMH)

Suasana haru mewarnai jalannya acara, ketika salah seorang peserta yang bernama Rofi'i dari Pulau Temoyong tampil kedepan untuk menghafalkan bulan-bulan hijriah. Dia pun berhasil menyebutkan nama bulan hijriah dengan runtut. 

Ketika ditanya ingin  mendapatkan hadiah apa dari panitia,  sambil meneteskan air mata si adik yatim ini sambil berbisik, "Saya mau sepatu baru untuk sekolah," ujarnya. 

"Sebetulnya saya juga ingin dibelikan pulsa, saya tidak bisa ikut belajar online karena mama tidak punya uang untuk membeli pulsa. Ayah aku sudah meninggal beberapa tahun lalu. Mamaku punya Hp tapi tidak ada pulsanya," lanjutnya dengan suara bergetar dan air mata yang berderai.

Helatan ini dimeriahkan dengan kehadiran Kak Elis dari Tim Imaza yang merupakan sosok Pencerita Muslim Indonesia yang menghibur anak-anak dengan beragam cerita lucu dan mendidik.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement