Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Nvidia Akuisisi ARM dari Softbank Senilai Rp 596 Triliun

Ahad 13 Sep 2020 08:17 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya

NVIDIA

NVIDIA

Foto: Wikipedia
Teknologi ARM digunakan untuk perangkat seluler seperti smartphone dan tablet.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan raksasa chip, Nvidia dilaporkan sedang menyelesaikan akuisisi perancang chip ARM dari SoftBank, dalam kesepakatan senilai 40 miliar dolar AS atau sekitar Rp 596 triliun (kurs Rp 14.900 per dolar AS). Nvidia sebelumnya telah berkolaborasi dengan ARM, yang melisensikan teknologi kepada pembuat chip.

Seperti dilansir dari laman digitaltrends, Ahad (13/9) teknologi ARM digunakan untuk perangkat seluler seperti smartphone dan tablet, tetapi juga telah memperluas jangkauannya ke kendaraan, pusat data, dan lainnya. ARM akan dihargai sekitar 40 miliar dolar AS dalam kesepakatan tunai dan saham.

Jika pembelian berlanjut maka menjadi kemenangan bagi SoftBank, yang mengakuisisi ARM sebesar 32 miliar dolar AS pada 2016. Nvidia dan ARM dikabarkan telah melakukan pembicaraan eksklusif selama beberapa minggu.

Kesepakatan itu dapat diselesaikan secepatnya minggu depan, jika tidak ada masalah pada menit-menit terakhir. Akuisisi ARM, jika diteruskan akan menjadi pengubah permainan bagi Nvidia karena dapat memberi perusahaan jangkauan yang jauh lebih besar daripada pesaingnya Intel dan AMD.

Digital Trends menghubungi Nvidia mengenai kesepakatan yang dilaporkan untuk mengakuisisi ARM, tetapi perusahaan menolak berkomentar. Nvidia memperkenalkan seri RTX 3000.

Nvidia baru-baru ini meluncurkan RTX 3090, RTX 3080, dan RTX 3070, dengan 1.499 dolar AS RTX 3090 dapat memainkan game pada 8K dalam 60 fps. Kartu grafis baru menampilkan mikroarsitektur Ampere baru Nvidia, yang meningkatkan kinerja GPU hingga 50 persen sekaligus mengurangi konsumsi daya hingga setengahnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA