Ahad 13 Sep 2020 04:43 WIB

Kemarau, Petani di Sukabumi Peroleh Bantuan Pompa Air

Dengan pompa air, diharapkan petani tak lagi kesulitan mengairi areal pertaniannya.

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Andi Nur Aminah
Dua orang anak bermain di lahan sawah yang mengalami kekeringan (ilustrasi)
Foto: Antara/Raisan Al Farisi
Dua orang anak bermain di lahan sawah yang mengalami kekeringan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Memasuki musim kemarau, para petani di Kota Sukabumi mendapatkan bantuan alat pompa air. Targetnya petani tidak lagi kesulitan untuk mengairi areal pertanian meskipun di musim kemarau.

"Kami bersama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan bantuan alat pompa air sebanyak 10 unit," ujar drh Slamet, Anggota Komisi IV DPR RI, Sabtu (12/9). Selain pompa air diberikan pula hand sprayer bagi petani di Kota Sukabumi.

Baca Juga

Pembagian peralatan ini ungkap Slamet, hasil kerja sama dengan Kementan. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong produktivitas para petani.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Sukabumi karena memberikan rekomendasi untuk rakyatnya," terang Slamet. Di mana penyerahan bantuan pompa air tersebut dilakukan di Sub Terminal Agribisnis (STA) Bungbulang, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi.

Menurut Slamet, ketika ada kendala pengairan seperti irigasi tidak sampai. Harapannya pompa itu bisa mengambil air dari tempat yang jauh, sehingga lahan kering bisa diairi dan produktivitas meningkat.

Upaya ini juga lanjut Slamet sebagai langkah antisipasi musim kemarau. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi, Andri Setiawan mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada anggota DPR yang telah konsisten mendukung aktivitas pertanian di Kota Sukabumi. "Jadi sangat membantu sekali, terima kasih," cetus Andri. 

Intinya pemberian pompa air ini sangat tepat karena diberikan pada saat musim kemarau yang berdampak pada kekurangan air. Di mana tutur Andri, saat ini ada alat yang diberikan untuk mencari lahan dan mengambil air. "Semoga petani terbantu dan tidak lagi mengalami kesulitan air," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement