Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Cesc Fabregas Kenang Perjalanan Getir Hidupnya

Kamis 10 Sep 2020 22:30 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Agung Sasongko

Cesc Fabregas

Cesc Fabregas

Foto: AP Photo/Claude Paris
Cesc Fabregas mengenang kembali bagaimana momen terpenting dalam karirnya.

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA -- Mantan gelandang Arsenal, Cesc Fabregas mengenang kembali bagaimana momen terpenting dalam karir dan kehidupan keluarganya. Bagaimana perceraian yang dialami oleh orang tuanya membuatnya sempat melalui situasi sulit.

“Saya masih merasa tidak enak hari ini. Saya berusia 14 tahun ketika mereka putus dan itu adalah sesuatu yang saya bawa selama lebih dari setengah hidupku, tapi itu selalu ada, kesedihan yang berulang yang tidak bisa kuatasi,” ungkapnya tentang perceraian ayah dan ibunya dilansir dari Marca, Kamis (10/9).

Baca Juga

Fabregas menjelaskan kejadian perceraian tersebut terjadi pada hari Ahad malam. Ayahnya menelpon dan mengatakan ada pertemuan keluarga. Saat itu, Fabregas mengira akan memberitahu ibunya hamil karena situasinya saat itu berlangsung normal.

Tetapi sebaliknya, ayah Fabregas kesal dan ibunya kemudian berbicara kepada Fabregas. Saat ibunya, memberitahu tentang perpisahan, Fabregas shock.

"Itu membuat saya sedikit terpukul karena saya adalah seorang anak laki-laki dengan ide-ide yang sangat jelas dan stabil hidup, tapi ini benar-benar mengacaukan kepalaku,” katanya.

Sementara adik Fabregas mampu menghadapi keadaan tersebut. Namun bagi Fabregas momen itu adalah masalah besar. Sepakbola, katanya adalah cara Fabregas memutus masalah. Dari sepakbola Fabregas bisa menikmati hidupnya sendiri.

Fabregas juga berbicara mengenai dirinya ketika tumbuh dewasa. Fabregas berbicara mengenai gaya rambutnya. Ia sempat ingin meniru gaya rambut Fernando Torres tapi tak berjalan baik. Gerard Pique sempat ingin memotong pendek rambut Fabregas.

Pemain 33 tahun itu kemudian ditanya mengenai perjalanan akhir karirnya. Ia merasa ketika pensiun akan jauh lebih ringan secara mental. "Saya telah menghabiskan separuh hidup saya untuk mempersiapkan pertandingan berikutnya,” tuturnya

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA