Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

KPAI Beri Penghargaan Kepada Polres Metro Jakarta Barat

Jumat 11 Sep 2020 03:07 WIB

Rep: Akhmad Nursyeha/ Red: Agus Yulianto

Kapolres Metro Jakbar, Kombes Audie S Latuheru dan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Putu Elvina, serta Kasat Reskrim Polres Metro Jakbar, Kompol Teuku Arsya.

Kapolres Metro Jakbar, Kombes Audie S Latuheru dan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Putu Elvina, serta Kasat Reskrim Polres Metro Jakbar, Kompol Teuku Arsya.

Foto: Akhmad Nursyeha
Tugas KPAI adalah pengawasan dan melaporkan kalau ada ketimpangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polres Metro Jakarta Barat mendapatkan piagam penghargaan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada Kamis (10/9). Penghargaan itu diberikan lantaran Polres Metro Jakarta Barat merespon cepat beberapa kasus kejahatan dan pencabulan anak di bawah umur.

Komisioner Bidang Anak Berhadapan dengan Hukum KPAI, Putu Elvina mengatakan, pihaknya dengan Polres Metro Jakarta Barat selalu berkoordinasi apabila ada kasus yang berhubungan anak dibawah umur. Terakhir, kasus penculikan anak di bawah umur berinisial F (14 tahun) yang dibawa kabur oleh Wawan Gunawan (41) ke Sukabumi, Jawa Barat. 

"Makanya, dari kasus terakhir di situ, pada saat kasus diuraikan, KPAI sudah muncul di awal, Dinsos, P2TP2A dan kita titipkan di rumah anak, dan nggak mungkin di rumah orangtuanya," ujar Elvina, di Aula Gedung KPAI, Kamis (10/9) siang WIB.

Bahkan, F masih menolak untuk pulang ke rumahnya karena merasa tidak nyaman berada di rumah. Oleh karena itu, F masih berada di rumah aman KPAI sampai kondisi fisiknya stabil.

"Karena KPAI tak hanya menjalankan fungsi sosialisasi, karena itu dilakukan oleh lembaga lain. Tugas KPAI dalam UU Perlindungan Anak salah satunya adalah pengawasan dan melaporkan kalau ada ketimpangan, menerima pengaduan masyarakat dan advokasi dan sebagainya," ujar dia.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru mengatakan, pihaknya merasa terhormat mendapatkan penghargaan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). "Tentunya yang kita jalankan adalah tugas kita, sehingga kita mendapatkan pernghargaan. Tentu kita sangat menghargai paresiasi," ujar Audie.

Audie melanjutkan, pihaknya sangat konsentrasi dalam kasus kejahatan terhadap anak. Sebab, anak-anak dilindungi oleh hukum dan tidak boleh terlibat kekerasan apalagi menjadi korban kekerasan.

"Baik anak menjadi pelaku atau korban itu dampaknya sama saja karena mengarah ke masa depan anak," kata dia. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA