Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Pangandaran Nol Kasus Covid-19

Kamis 10 Sep 2020 17:51 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Esthi Maharani

Ilustrasi Covid-19

Ilustrasi Covid-19

Foto: Pixabay
Tak ada lagi pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di RS maupun isolasi mandiri

REPUBLIKA.CO.ID, PANGANDARAN -- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pangandaran mencatat seluruh pasien yang terkonfirmasi positif telah dinyatakan sembuh per Kamis (10/9). Tak ada lagi pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit maupun isolasi mandiri.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Yani Achmad Marzuki mengatakan, keberhasilan penanganan kasus Covid-19 di daerahnya merupakan hasil kekompakan dan kebersamaan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pangandaran, yang juga ditindaklanjuti hingga kecamatan dan desa. Ketika muncul kasus terkonfirmasi positif Covid-19, Gugus Tugas Covid-19 langsung melakukan penanganan dengan cepat.

"Jadi kerja bersama untuk penanganan kasus ini dengan baik, mulai dari pencegahan, penelusuran, pengetesan, hingga penanganan pasien," kata dia ketika dikonfirmasi Republika, Kamis (10/9).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, dari total 59 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 seluruhnya dinyatakan sembuh. Tak ada kasus kematian akibat Covid-19 di wilayah itu.

Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pangandaran hingga saat ini telah melakukan uji swab (swab test) kepada 5.241 orang. Dari pemeriksaan itu, 59 orang dinyatakan positif, 4.643 orang negatif, dan 540 orang sisanya belum keluar hasilnya.

Menurut Yani, data yang ada saat ini membuktikan aktivitas pariwisata yang selama ini berjalan di Kabupaten Pangandaran tak berdampak pada kasus Covid-19. Sebab, hingga saat ini juga tak ada kasus terkonfirmasi positif dari kawasan wisata.

Ia mengatakan, untuk mencegah penularan Covid-19 di kawasan wisata, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran bersama TNI dan Polri melakukan gelar psukan untuk melakukan pengawasan di tempat wisata. Artinya, penerapan protokol kesehatan di kawasan wisata dilakukan dengan ketat.

"Lagipula yang terkonfirmasi mayoritas adalah pendatang. Artinya yang datang dari kuar dawrah ke Pangandaran. Dari wisata malah tak ada konfirmasi," kata dia.

Kendati demikian, Yani mengingatkan masyarkat tetap waspada dan terus menerapkan protokol kesehatan. Sebab, kasus Covid-19 secara nasional terus meningkat.

"Kita mengimbau masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan. Kita juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Juga untuk makan makanan bergizi dan olahraga," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA