Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Wagub Babel Marah Rombongan ASN di Mobil tak Pakai Masker

Kamis 10 Sep 2020 16:28 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Personel Polri Satuan Lalu Lintas memegang alat peraga saat kampanye protokol Kesehatan COVID-19 di pusat Kota Lhokseumawe, Aceh, Kamis (10/9/2020). Kampanye yang digencarkan gabungan TNI-Polri itu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya memakai masker dan mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Personel Polri Satuan Lalu Lintas memegang alat peraga saat kampanye protokol Kesehatan COVID-19 di pusat Kota Lhokseumawe, Aceh, Kamis (10/9/2020). Kampanye yang digencarkan gabungan TNI-Polri itu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya memakai masker dan mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Foto: ANTARA/Rahmad
Saat coba diberbentikan petugas, rombongan ASN itu tak menggubris.

REPUBLIKA.CO.ID, PANGKALPINANG -- Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah menegur dan marah kepada rombongan aparatur sipil negara (ASN) di dalam mobil dinas yang tidak menggunakan masker. Pasalnya, pelanggaran protokol dapat berpotensi memicu peningkatan kasus Covid-19 di daerah itu.

"Kita suruh berhenti, namun ASN ini seenaknya saja mengendarai mobil berpelat merah itu, tanpa mengindahkan petugas," kata Abdul Fatah saat memantau penerapan protokol kesehatan di Alun-Alun Lapangan Merdeka Pangkalpinang, Kamis.

Ia mengatakan perilaku ASN ini tidak terpuji, karena seharusnya mereka ini sebagai contoh bagi masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan Covid-19, seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan lainnya saat di luar rumah.

"Inilah contoh masalah etika dan mental ASN yang tidak baik, karena tidak mematuhi aturan dan kebijakan pemerintah dalam memerangi virus corona ini," ujarnya.

Menurut dia, dalam memutus mata rantai dan penyebaran Covid-19, Pemprov Kepulauan Babel dan kabupaten/kota menggencarkan sosialisasi, pemantauan penerapan protokol kesehatan di masyarakat.
"Etika dan mental masyarakat, khususnya ASN yang tidak baik ini harus disadarkan agar mereka selalu mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan di dalam kegiatannya sehari-hari," katanya.

Ia menambahkan perilaku ASN yang tidak terpuji ini, tentunya akan ditindaklanjuti agar yang bersangkutan mendapatkan sanksi sesuai aturan berlaku. "Kita sudah mencatat pelat nomor polisi mobil dinas tersebut dan ini sebagai titik awal untuk mengetahui identitas ASN di kendaraan tersebut," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA