Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Sekitar 1.000 Pengembang Ikuti Pelatihan REI-BTN

Kamis 10 Sep 2020 15:57 WIB

Red: Budi Raharjo

Rumah sederhana. (ilustrasi)

Rumah sederhana. (ilustrasi)

Foto: Kementerian PUPR
Nara sumber dari kalangan pelaku bisnis berbagi pengalaman kepada peserta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Sekitar 1.000 pengembang tingkat pemula dari seluruh Indonesia mengikuti pelatihan virtual yang diselenggarakan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dan Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI). Kegiatan yang digagas Badan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) DPP REI dan Bank BTN ini diharapkan dapat membangkitkan kembali industri properti di tengah situasi serba sulit pada masa pandemi Covid-19.

"Kita harapkan juga kegiatan ini dapat menggairahkan kembali industri properti sebagai garda terdepan penggerak ekonomi nasional,” ujar Ketua Umum DPP REI, Paulus Totok Lusida, saat sambutan penutupan pelatihan bertajuk Zoom Course REI-BTN, “Menjadi Developer yang Tangguh”, ini melalui telekonferensi yang diadakan di Jakarta, Kamis (10/9) .

Zoom course dilakukan dalam tiga seri pelatihan, yakni pelatihan di Regional 1 pada 25-27 Agustus 2020, meliputi anggota REI se-Sumatera. Selanjutnya, pelatihan di Regional 2 mencakup anggota REI di Pulau Jawa dan Kalimantan yang diadakan pada 1-3 September.

Terakhir, untuk Regional 3 mencakup anggota REI di Pulau Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat pada 8-10 September 2020. Menurut Totok pelatihan virtual bertujuan mencetak anggota REI menjadi pelaku usaha pembangunan perumahan yang tangguh dan berkualitas.

Program ini sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab REI untuk mencetak pengembang yang mumpuni dalam menghasilkan rumah yang berkualitas sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pemerintah.

Dari tempat terpisah, Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansury menyatakan, kolaborasi dengan REI selaku mitra kerja utama merupakan bentuk tanggung jawab sosial bank BUMN ini. Upaya peningkatan kapasitas (capacity building) sumber daya manusia pelaku usaha pembangunan perumahan sebagai mitra kerja utama Bank BTN adalah hal yang mutlak diperlukan.

“Apalagi menghadapi situasi pandemik, dimana kondisi perekonomian nasional menunjukkan tren penurunan,” kata Pahala.

Bagi bank pelat merah ini, REI yang memiliki jumlah anggota terbesar mampu menggerakkan roda bisnis pembiayaan perumahan. Pahala meyakini, untuk mengatasi kendala defisit penyediaan perumahan, maka kolaborasi yang produktif antara perbankan dan REI dapat membantu program pemerintah menyediakan perumahan yang layak huni bagi masyarakat.

“Kami berterimakasih sekali dengan REI yang selalu siap bekerja sama dalam meningkatkan kapasitas pengembang untuk memenuhi kebutuhahan penyediaan hunian layak bagi MBR,” kata Pahala yang sekaligus menutup zoom course tersebut.

Ketua Badan Diklat DPP REI, MR Priyanto menyebutkan kegiatan pelatihan ini menggunakan metode berbagi pengalaman dari para nara sumber yang merupakan pelaku bisnis.  “Para nara sumber ini sudah menghadapi beragam situasi bisnis. Bahkan, bisa dibilang mereka sudah mengalami jatuh bangun dalam menjalankan bisnis properti,” ucap dia.

Materi yang diberikan dalam pelatihan ini mencakup seluruh aspek yang harus dimiliki oleh developer. Mulai dari pemilihan lokasi, perizinan, perpajakan, pembiayaan, pelaksanaan proyek, manajemen risiko, marketing, hingga simulasi program perhitungan bisnis bagi pengembang yang aplikatif.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA