Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Formappi: Anggota DPR Dapat Lakukan Legislasi dari Rumah

Kamis 10 Sep 2020 15:50 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar / Red: Ratna Puspita

 Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formapi) Lucius Karus

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formapi) Lucius Karus

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Anggota DPR tak perlu harus masuk setiap hari, tetapi tak berarti juga libur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus mengatakan anggota DPR dapat bekerja dan melaksanakan fungsi legislasinya di rumah. Sebab, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total akan kembali diterapkan di DKI Jakarta.

"Tak perlu harus masuk setiap hari tetapi tak berarti juga libur. Kerja dari rumah itu harus diperlihatkan dengan hasil yang jelas juga," ujar Lucius saat dihubungi, Kamis (10/9).

Menurutnya, keseriusan DPR dalam penanganan pandemi Covid-19 sangat penting karena mereka lah wakil yang dapat menyampaikan aspirasi masyarakat. "Mereka harus mencoba menampung aspirasi publik untuk diolah menjadi usulan kebijakan yang dijalankan pemerintah," ujar Lucius.

Baca Juga

Ia berharap, DPR tidak memanfaatkan situasi pandemi untuk membahas hal-hal yang tak dibutuhkan publik saat ini. Salah satunya adalah rancangan undang-undang (RUU) Cipta Kerja.

"Ini juga tidak bagus. Bukannya memikirkan bagaimana bisa sama-sama keluar dari lilitan situasi pandemi, mereka malah asyik memuluskan agenda sendiri tanpa melibatkan publik," ujar Lucius.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar mengatakan, protokol Covid-19 akan diperketat di lingkungan Kompleks Parlemen. Hal ini juga merupakan bentuk respons pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total yang kembali diterapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Jadi mulai nanti pekan depan, rapat paling banyak dihadiri 20 persen dari jumlah anggota per komisi atau AKD," ujar Indra saat dihubungi, Kamis (10/9).

Ia menjelaskan, komposisi rapat-rapat legislasi secara fisik hanya akan diikuti oleh maksimal dua pimpinan komisi serta satu orang dari setiap fraksi di DPR. Balkon yang berada di setiap komisi juga dibatasi jumlahnya, yakni maksimal diisi oleh lima orang dan media tak izinkan untuk meliput secara langsung di sana.

"Jadwal rapat dibatasin tidak boleh sampai malam, maksimum sampai jam 6 sore. Sekali rapat maksimal 4 jam," ujar Indra. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA