Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Kalifornia Alami Fenomena Langit Orange Seperti di Mars

Kamis 10 Sep 2020 11:21 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Dwi Murdaningsih

Fenomena langit orange di Kalifornia.

Fenomena langit orange di Kalifornia.

Foto: instagram
Asap dan abu detak kebakaran hutan menghilangkan sinar matahari.

REPUBLIKA.CO.ID, SACRAMENTO — Langit di Bay Area, Kalifornia, Amerika Serikat (AS) terlihat berwarna jingga kemerahan, yang mengejutkan banyak orang. Demikian pula dengan di San Francisco, Oakland, dan Berkeley, pemandangan, yang disebut serupa dengan tampilan Mars telah menyelimuti wilayah-wilayah tersebut.

Fenomena langt berwarna kemerahan itu adalah efek dari kebakaran hutan yang terjadi di negara bagan AS tersebut. Hujan abu juga dilaporkan terjadi, dengan api yang terlihat masih berkobar di kejauhan.

“Ketika asap dan abu menjadi lebih tebal di dekat kebakaran hutan, itu dapat menghilangkan sinar matahari sepenuhnya, membuatnya tampak seperti malam yang mati," ujar ahli metereologi Judson Jones, dilansir CNN, Kamis (10/9).



Warga harus menyalakan lampu, memandang ke langit bewarna merah karat, yang membuatnya seperti di malam hari. Angin membawa asap api dari jauh. Api berasal dari wilayah hutan Creek dan North Complex, yang menyala lebih dari 200 mil jauhnya, namun dapat dirasakan hingga di Bay Area.

Wilayah lain, seperti Salem, Oregon, juga mengalami fenomena yang disebut sebagai cahaya apokaliptik serupa. Gumpalan asap besar yang dihasilkan oleh kebakaran hutan yang berkecamuk di California telah menyebabkan peringatan kualitas udara tidak sehat terpanjang yang tercatat di Bay Area, dengan peringatan ‘Spare the Air’ selama 25 hari berturut-turut.

"Asap dan abu bertindak seperti filter Instagram versi alam. Partikel di udara membiaskan sinar matahari mirip dengan cara partikel udara kecil lakukan saat matahari terbenam atau terbit,” jelas Jones.

Partikel-partikel tersebut menyebarkan panjang gelombang biru dan hijau yang lebih pendek, membuat manusia tidak dapat melihatnya. Jones mengatakan panjang gelombang merah dan kuning yang lebih panjang melewati dasar, memberi efek menghantui.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA