Kamis 10 Sep 2020 09:39 WIB

Negara Kecil di Karibia Seret FIFA ke Pengadilan Arbitrase

Bonaire ingin menjadi anggota ke-212 FIFA.

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Israr Itah
Logo FIFA
Foto: AP
Logo FIFA

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu negara kecil di Kepulauan Karibia, Bonaire menyeret Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Penyebabnya. Bonaire tak terima ditolak jadi anggota FIFA.

Seperti dikutip dari the World Game, Kamis (9/9), CAS mengumumkan hal itu melalui konferensi video. Bonaire ingin menjadi anggota ke-212 FIFA agar bisa mendapat jatah bantuan sebesar 6 juta dollar AS atau setara dengan Rp 88,9 miliar dalam empat tahun. 

Baca Juga

Dalam pengajuannya, Bonaire menyebut butuh biaya sebesar 1 juta dolar atau Rp 14,1 miliar setiap tahunnya untuk biaya operasional dan perjalanan. Hingga saat ini, FIFA belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tuntutan tersebut.

Bonaire, negara dengan populasi sebanyak 20 ribu jiwa merupakan bagian dari negara kepulauan Belanda yang sudah bubar sejak 10 tahun lalu. Saat ini, mereka masih menjadi bagian dari pemerintah Belanda dengan status kotamadya. 

Federasi Sepak Bola Bonaire sudah bergabung dengan Konfederasi CONCACAF sejak 2013 lalu. Ini menjadi salah satu syarat untuk mengajukan diri sebagai anggota FIFA. 

Federasi sepakbola Belanda, KNVB sudah menyatakan dukungan agar Bonaire menjadi anggota FIFA. Saat ini, timnas Bonaire sudah ikut dalam CONCACAF Nations League dan sempat menduduki peringkat kedua di bawah Bahama di grup yang berisi tiga tim. 

Curacao dan Aruba, negara tentangga Bonaire yang sudah lebih dulu menjadi anggota FIFA sudah mengikuti kualifikasi Piala Dunia 2022 pada Maret lalu. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement