Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Dokter Paru Ulas Aneka Kekhawatiran Soal Pemakaian Masker

Kamis 10 Sep 2020 00:35 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Seruan mengenakan masker terpampang di pusat perbelanjaan. Ada saja masyarakat yang khawatir mengalami sesak atau keracunan karbondioksida karena memakai masker. Dokter spesialis paru menepis kekhawatiran tersebut.

Seruan mengenakan masker terpampang di pusat perbelanjaan. Ada saja masyarakat yang khawatir mengalami sesak atau keracunan karbondioksida karena memakai masker. Dokter spesialis paru menepis kekhawatiran tersebut.

Foto: Republika/Thoudy Badai
Ada saja masyarakat yang khawatir pemakaian masker akan menimbulkan sesak.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG -- Dokter spesialis paru mengingatkan masyarakat patuh dan disiplin menggunakan masker saat berkegiatan. Hal itu penting guna mencegah atau meminimalkan persebaran Covid-19.

"Masker adalah sarana penyaring udara yang kita hirup agar tidak terkena percikan air liur ataupun beragam hal yang mengakibatkan kita tertular Covid-19 dan masih terlihat ada masyarakat yang belum patuh dalam menggunakan masker," ujar dr Pad Dilangga SpP saat dihubungi di Bandarlampung, Rabu.

Pad mengatakan, dengan patuh menggunakan masker, masyarakat dapat mencegah penularan Covid-19 hingga 80 persen.

"Kalau semua orang patuh menggunakan masker resiko penularan hanya sedikit, kita dapat mencegah hingga 80 persen, tapi kalau ditambah dengan menjaga jarak risiko penularan hanya dua hingga nol persen, sehingga masker ini penting sekali," katanya.

Menurut Pad, masyarakat saat ini harus patuh menggunakan masker. Ia mengingatkan agar masyarakat tak takut mengenakan masker saat beraktivitas.

"Jangan merasa sesak dan takut saat menggunakan masker sebab masker merupakan kebiasaan baru di tengah pandemi," ujar Pad.

Lebih lanjut, Pad menjelaskan, masyarakat tak perlu khawatir menghirup karbon dioksida saat menggunakan masker. Kekhawatiran itu sesungguhnya tak beralasan.

Baca Juga

"Sebab masker memiliki rongga dan pori-pori untuk mengeluarkan karbon dioksida dan menyaring oksigen yang kita hirup," ucapnya.

Pad menjelaskan, dalam penggunaan masker masyarakat juga perlu memperhatikan standar dan durasi pemakaian. Dengan begitu, masker dapat bekerja maksimal dalam mencegah persebaran Covid-19.

"Kita harus melihat sudah berapa lama durasi menggunakan masker, sebab masker harus diganti setiap empat jam sekali, lalu jangan menyentuh bagian luar masker dan upayakan menggunakan masker dengan benar, sebab saat ini kita harus peduli dengan kesehatan diri untuk mencegah penularan Covid-19," katanya.

Berdasarkan pantauan di Kota Bandarlampung, masih ditemukan masyarakat yang abai dalam menerapkan protokol kesehatan, terutama penggunaan masker saat berada di tempat publik, salah satunya di kafe saat malam hari.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA