Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Satu Keluarga Komplotan Pencuri Motor Dicokok Polisi

Rabu 09 Sep 2020 20:00 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Agus Yulianto

Pencurian Motor

Pencurian Motor

Foto: Antara/Muhammad Iqbal
Dalam menjalankan aksinya, para tersangka memiliki peran masing-masing. 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menangkap tujuh orang yang merupakan sindikat pencuri sepeda motor. Lima orang merupakan keluarga.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pencurian itu terjadi pada tanggal 3 dan 4 September 2020. Yusri menyebut, peristiwa itu terjadi di lokasi berbeda.

"TKP di Ciracas, Jakarta Timur; dan Cimanggis, Depok. Korban ada tiga yang melapor," kata Yusri dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (9/9).

Yusri mengungkapkan, dalam komplotan tersebut, terdapat sepasang suami istri beserta anaknya yang juga terlibat pencurian. Dia menjelaskan, tersangka L merupakan suami dari tersangka S. Sedangkan AR adalah anak mereka. 

Dalam menjalankan aksinya, para tersangka memiliki peran masing-masing. Yusri mengungkapkan, tersangka MN bertugas sebagai eksekutor yang mencuri sepeda motor didampingi AW sebagai joki.

Sementara itu, tersangka S yang menyuruh mencari kendaraan untuk dicuri dan membelinya. Kemudian, kendaraan hasil curian itu ia jual kembali.

Tersangka AR, AW, dan AI masing-masing bertugas mengambil motor hasil curian, merapikan motor agar tampak lebih bagus, hingga mengantarkan kendaraan hasil curian itu kepada pembeli.

"Modus utama mereka patroli melihat kendaraan parkir di tempat sepi, jadi sasaran para pelaku ini. Melihat situasi aman, dengan kecepatan kilat mereka dengan kunci T bisa gondol sepeda motor," papar Yusri.

Kepada polisi, para tersangka mengaku sudah melakukan aksi pencurian itu sebanyak sembilan kali di Jakarta dan sekitarnya.

Atas perbuatanya, para tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP. Dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA