Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

China: India Lakukan Provokasi Militer Serius

Rabu 09 Sep 2020 16:38 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah

Sejumlah prajurit paramiliter India berjaga pada pos pemeriksaan di sepanjang jalan raya menuju Ladakh, di Gagangeer, India.

Sejumlah prajurit paramiliter India berjaga pada pos pemeriksaan di sepanjang jalan raya menuju Ladakh, di Gagangeer, India.

Foto: EPA-EFE/FAROOQ KHAN
China menyebut India melepaskan tembakan untuk mengintimidasi tentara Tiongkok.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- China membantah pernyataan India yang menyebut pasukannya melepaskan tembakan peringatan di wilayah perbatasan Himalaya, tepatnya di tepi selatan Danau Pangong Tso. Beijing justru menuduh pasukan India yang mengambil tindakan semacam itu. China menyebut India telah melakukan provokasi militer serius.

"Pada 7 September, pasukan India secara ilegal melintasi garis ke wilayah Gunung Shenpao di tepi selatan Danau Pangong di sektor barat perbatasan China-India dan secara terang-terangan melepaskan tembakan untuk mengancam personel patroli perbatasan China yang mendekati mereka untuk mewakili," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Cina pada Selasa (8/9), dikutip laman resmi Kemlu Cina.

Menghadapi situasi demikian, Zhao menjelaskan, pasukan China tak memiliki pilihan selain mengambil tindakan tanggapan. Menurut dia, apa yang dilakukan pasukan India merupakan pelanggaran berat terhadap perjanjian bilateral yang relevan dan berdampak pada meningkatnya ketegangan. "Ini adalah provokasi militer yang serius yang bersifat mengerikan," ujarnya.

Dia mendesak India berhenti melakukan gerakan berbahaya dan mendisiplinkan pasukannya di garis depan perbatasan. Zhao berharap insiden serupa tak akan terulang. "Pasukan China akan dengan tegas memenuhi tugasnya dan mempertahankan kedaulatan tertitorial China," ucapnya.

Sebelumnya India menuding pasukan China melanggar perbatasan dan melepaskan tembakan peringatan di wilayah Ladakh pada Senin (7/9) malam. Mereka menyebut tentara Beijing melakukan manuver agresif saat diminta mundur ke wilayah atau teritorialnya.

"Sementara India berkomitmen untuk melepaskan keterlibatan dan menurunkan ketegangan situasi di LAC (Line of Actual Control, yakni garis perbatasan de facto China-India), Cina melanjutkan aktivitas provokasi untuk meningkatkan ketegangan. Angkatan Bersenjata India tidak melewati garis LAC atau melakukan tindakan agresif apa pun termasuk menembak," kata militer India, dikutip India Today.

Militer India mengatakan, Angkatan Bersenjata India berkomitmen menjaga perdamaian dan ketenangan di kawasan. Namun mereka menegaskan akan tetap melindungi integritas dan kepentingan nasional.

Situasi perbatasan China-India di wilayah Ladakh memang kembali memanas. Pada 29 Agustus lalu, pasukan India dan Cina terlibat bentrokan di tepi selatan Danau Pangong Tso. Mereka dilaporkan terlibat perkelahian tangan kosong tanpa ada kontak senjata. Itu merupakan bentrokan kedua yang terjadi dalam tiga bulan terakhir. Pada 15 Juni lalu, tentara India dan China terlibat bentrokan di Lembah Galwan, Ladakh.

Peristiwa itu  mengakibatkan 20 tentara India tewas. Sementara Cina disebut memiliki 40 korban jiwa, termasuk seorang komandan.Pasca bentrokan tersebut, China dan India melakukan pembicaraan di level diplomatik serta militer. Kedua negara setuju untuk mengambil langkah-langkah yang bertujuan mengurangi ketegangan di perbatasan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA