Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Situasi Mengkhawatirkan, Anies Gelar Rapat Khusus Soal Covid

Rabu 09 Sep 2020 16:09 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Andri Saubani

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

Foto: Pemprov DKI Jakarta
Anies khawatir RS tak bisa lagi menampung pasien jika kasus Covid terus meninngkat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya mengakui kapasitas Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19 di Jakarta sudah dalam taraf mengkhawatirkan. Hal ini disampaikan Anies melihat angka kasus Covid-19 di Jakarta semakin tinggi, walaupun jumlah tes PCR dilakukan secara masif.

"Hari ini ada rapat khusus, mengevaluasi perkembangan terakhir kasus Covid-19 di Jakarta. Karena situasinya mengkhawatirkan. Sebab kapasitas RS ada batasnya," kata Anies kepada wartawan, usai meresmikan RS Brawijaya Hospital Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (9/9).

Kondisi yang semakin mengkhawatirkan ini membuat Pemprov DKI berupaya terus meningkatkan kapasitas RS dan tenaga kesehatan pendukungnya. Karena dalam sepekan terakhir, diakui Anies angka positivity rate Covid-19 di Jakarta sudah menembus angka 13,2 persen.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menetapkan 13 Rumah Sakit (RS) di Jakarta menjadi khusus perawatan pasien Covid-19. Melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Nomor 399 Tahun 2020, pasien rawat inap dan rawat jalan non-Covid-19 di 13 RS tersebut bahkan diminta untuk dipindahkan ke RS lain.

Apabila angka penularan Covid-19 semakin tinggi, Anies khawatir kapasitas RS yang sekarang ada di Jakarta tidak mampu lagi menampung jumlah pasien Covid-19. Karena itulah, Anies menegaskan pihaknya dalam waktu dekat akan segera membahas kondisi ini.

Baca Juga

Pemprov DKI Jakarta, juga tengah menyiapkan paket kebijakan-kebijakan baru penanganan Covid-19 di Jakarta, yang angkanya semakin tinggi setiap pekan. "Nanti sore atau siang ini kami akan me-review semua, dan akan menyiapkan kebijakan-kebijakan baru," tegas Anies.

Sebelumnya setelah jumlah kasus positif harian Covid-19 di Jakarta mulai mendekati angka 1000-an kasus per hari, Anies selalu berdalih alasan testing sudah diperbanyak. Ia mengatakan kasus harian tinggi, namun positivity rate Jakarta masih dibawah nasional, saat itu masih di angka 8 persen di mana nasional menembus angka 10 persen dari standar WHO hanya 5 persen.

Namun dengan jumlah testing PCR yang diperbanyak kini, jumlah kasus harian Covid-19 meningkat dan diiringi dengan angka positivity rate yang meningkat pula. Kini, Anies mengakui angka positivity rate dalam sepekan terakhir di Jakarta sudah mencapai 13 persen dan nasional di angka 15 persen.

Sebelumnya, DPRD DKI Jakarta sudah mengingatkan terkait berbagai kebijakan yang rawan menambah kasus Covid-19 di Jakarta, seperti pembukaan bioskop dan tempat hiburan lain. Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengingatkan kalaupun akhirnya bioskop dan tempat hiburan diperbolehkan dibuka mereka harus diawasi dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

"Kalau bioskop mau dibuka silakan, protokol kesehatan (Covid-19) dijaga. Misalkan 100 orang di dalam ya 30 oranglah jaga jarak, semua pandemi Covid-19 harus tetap kita lawan,” katanya, Kamis (27/8) lalu.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi. Ia menilai, Pemerintah pusat bersama Pemprov DKI harus memperhatikan pemulihan ekonomi, tetap harus menjalankan protokol Covid-19.

“Jadi anda (Pengusaha bioskop) dikasih kesempatan dan pemerintah memberikan peluang, tetapi anda juga harus kooperatif dengan aturan-aturan pemerintah (pusat dan daerah),” terangnya.


photo
Pembukaan bioskop (Ilustrasi) - (Republika)


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA