Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Lima Warga Sipil India yang Hilang Ditemukan di China

Selasa 08 Sep 2020 21:32 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Christiyaningsih

Bendera India (Ilustrasi). Lima warga sempat dilaporkan hilang di tengah ketegangan India dan China.

Bendera India (Ilustrasi). Lima warga sempat dilaporkan hilang di tengah ketegangan India dan China.

Foto: IST
Lima warga sempat dilaporkan hilang di tengah ketegangan India dan China

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Lima pemuda India yang hilang di perbatasan beberapa hari lalu telah ditemukan di China. Menteri federal Kiren Rijiju mengatakan mereka ditemukan setelah militer menghubungi militer China untuk mengonfirmasi hilangnya lima warga sipil India tersebut.

"PLA (tentara) China telah menanggapi pesan yang dikirim oleh Angkatan Darat India. Mereka mengonfirmasi bahwa pemuda yang hilang dari Arunachal Pradesh telah ditemukan di wilayah mereka," ujar Rijiju.

Sebelumnya India melaporkan bahwa pasukan China telah menculik lima warga sipil India di perbatasan pada pekan lalu. Tuduhan ini pertama kali diutarakan oleh seorang anggota parlemen India dari negara bagian Arunachal Pradesh pada Sabtu (5/9) melalui cicitan di Twitter.

Dilansir BBC pada Senin (7/9), seorang menteri kabinet India mengatakan pihaknya telah mengirimkan pesan kepada militer China. Namun militer Cina belum memberikan tanggapan.

Anggota parlemen negara bagian Tapir Gao mengatakan dugaan penculikan terjadi pada 3 September di dekat perbatasan. Namun anggota parlemen yang tidak menyebutkan namanya itu tidak memberikan detail lebih lanjut. Tuduhan penculikan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara India dan China.

India menuding China telah memprovokasi ketegangan militer di perbatasan dua kali dalam sepekan selama Agustus. India menuding China telah mengerahkan pasukan dan berupaya untuk mengubah status quo secara sepihak. Sementara China menuding ketegangan di perbatasan sepenuhnya adalah kesalahan India.

Sejak 1950-an, China menolak mengakui perbatasan kedua negara yang ditentukan pada masa penjajahan Inggris di India. Pada 1962, perseteruan ini memicu perang singkat yang membuat India harus menanggung kekalahan memalukan.

Penggunaan senjata api di Lembah Galwan terakhir terjadi pada 1975, ketika empat serdadu India dibunuh di kawasan perbatasan yang terpencil di Negara Bagian Arunachal Pradesh. Pada 1996, kedua kubu membuat perjanjian bilateral yang menyebutkan "tidak ada pihak yang boleh melepaskan tembakan, menggelar operasi peledakan, atau berburu menggunakan senjata atau peledak dalam radius dua kilometer di Garis Kendali Aktual (LAC)".

India mengatakan China telah menduduki 38 ribu kilometer persegi wilayah perbatasan. India juga menuduh China memicu ketegangan dengan mengirimkan ribuan pasukan ke wilayah Lembah Galwan di Ladakh. Di sisi lain, China juga melaporkan bahwa India juga membangun jalan dan infrastruktur di wilayah itu.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA