Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Trump Sambut Baik Arab Saudi Izinkan Penerbangan Israel

Senin 07 Sep 2020 13:02 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Teguh Firmansyah

President Donald Trump.

President Donald Trump.

Foto: AP/Andrew Harnik
Trump berbicara melalui panggilan telepon dengan Raja Salman.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Juru bicara Gedung Putih Judd Deere mengatakan, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah melakukan panggilan telepon dengan Raja Arab Saudi Salman, Ahad waktu setempat. Dalam kesempatan tersebut, Trump mengatakan kepada Raja Salman bahwa ia menyambut pembukaan wilayah udara Saudi untuk penerbangan antara Israel dan Uni Emirat Arab.

"Trump menyambut baik langkah Saudi untuk mengizinkan membuka wilayah udara Saudi untuk penerbangan antara Israel dan Uni Emirat Arab," ujar Deere.

Selain itu, kedua pemimpin membahas cara-cara untuk meningkatkan keamanan regional. "Trump juga mendesak Arab Saudi untuk bernegosiasi dengan negara-negara Teluk lainnya untuk menyelesaikan keretakan tersebut, kata juru bicara Judd Deere menambahkan.

Sementara itu, Raja Salman mengatakan, bahwa kerajaan ingin mencapai solusi adil dan permanen untuk masalah Palestina. Solusi adil menurut Raja Salman adalah titik awal utama dari Prakarsa Perdamaian Arab yang diusulkan kerajaan.

Kedua pemimpin berbicara melalui telepon menyusul perjanjian bersejarah yang ditengahi AS bulan lalu. Uni Emirat Arab setuju untuk menjadi negara Arab ketiga yang menormalkan hubungan dengan Israel setelah Mesir dan Yordania.

Raja Salman mengatakan kepada Trump bahwa dia menghargai upaya AS untuk mendukung perdamaian Timur Tengah. Namun demikian, Saudi benar-benar ingin melihat solusi yang adil dan permanen untuk masalah Palestina berdasarkan Prakarsa Perdamaian Arab yang diusulkan oleh kerajaan pada 2002.

Berdasarkan proposal tersebut, negara-negara Arab telah menawarkan hubungan yang dinormalisasi kepada Israel dengan imbalan kesepakatan kenegaraan dengan Palestina dan penarikan penuh Israel dari wilayah yang direbut dalam perang Timur Tengah 1967. Arab Saudi sebagai tempat kelahiran Islam dan situs tempat suci paling suci, tidak mengakui Israel.

Penasihat Gedung Putih dan menantu Trump Jared Kushner mengatakan dia berharap negara Arab lain menormalkan hubungan dalam beberapa bulan. Namun demikian, sejauh ini mereka mempertimbangkan untuk mengikuti UEA, termasuk Saudi sendiri.

Baca Juga

Putra Raja Salman, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, dan Kushner membahas perlunya Palestina dan Israel melanjutkan negosiasi dan mencapai perdamaian abadi setelah Kushner mengunjungi UEA bulan lalu.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA